Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Melonjaknya Kekayaan di AS Selama Pandemi Covid-19 

Rabu 23 Sep 2020 01:27 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Friska Yolandha

Patung The Fearless Girl berdiri menghadap Bursa Efek New York, Senin (21/9).

Patung The Fearless Girl berdiri menghadap Bursa Efek New York, Senin (21/9).

Foto: AP Photo/Mary Altaffer
Tabungan masyarakat AS meningkat tajam selama pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kekayaan masyarakat di Amerika Serikat (AS) pulih pada kuartal terakhir ke rekor tertinggi. Hal itu terjadi karena pasar saham dengan cepat pulih dari kejatuhan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 pada Maret 2020. 

Namun, keuntungan mengalir terutama ke masyarakat yang sudah menikah atau memiliki rumah tangga paling makmur bahkan ketika puluhan juta orang mengalami kehilangan pekerjaan dan pendapatan yang menyusut.

Bank sentral AS The Federal Reserve mengatakan kekayaan bersih rumah tangga Amerika melonjak hampir 7 persen pada kuartal April sampai Juni menjadi 119 triliun dolar AS. Angka itu telah menjadi 111,3 triliun dolar AS pada kuartal pertama, ketika virus corona menghantam ekonomi dan membuat harga saham jatuh.

Sejak itu, indeks saham S&P 500 telah mendapatkan kembali rekor tertingginya sebelum turun bulan ini. Indeks S&P naik 2,8 persen untuk tahun ini pada hari Jumat lalu. Nasdaq, indeks kumpulan saham teknologi telah melonjak lebih dari 20 persen tahun ini.

Pemulihan kekayaan terjadi bahkan ketika ekonomi hanya mengembalikan setengah dari pekerjaan yang hilang akibat resesi. Hal ini dilihat oleh banyak ekonom sebagai ketidaksetaraan ekonomi yang meluas di Amerika. 

Data yang dikumpulkan oleh Opportunity Insights, sebuah kelompok penelitian, menunjukkan bahwa sepertiga pekerjaan dengan bayaran tertinggi hampir sepenuhnya pulih dari resesi. Sementara sepertiga pekerjaan dengan bayaran terendah tetap 16 persen di bawah tingkat pra pandemi.

“Data kekayaan menyoroti ketidaksetaraan dalam pemulihan, dalam arti pekerja berpenghasilan tinggi tidak hanya memiliki pekerjaan yang sebagian besar telah kembali tetapi juga memiliki tabungan yang terus bertambah, ”kata seorang ekonom di Brown University sekaligus Wakil Direktur dari Opportunity Insights John Friedman dilansir dari AP News, Selasa (22/9).

Sepersepuluh orang terkaya Amerika memiliki lebih dari dua pertiga kekayaan negara. 

“Kekayaan rumah tangga mencerminkan nilai rumah orang Amerika, tambah rekening bank, saham, obligasi dan aset lainnya dikurangi utang hipotek, pinjaman mobil, utang kartu kredit, dan pinjaman lainnya. Angka-angka tersebut tidak disesuaikan dengan inflasi. Selama kuartal April-Juni, nilai portofolio saham rumah tangga naik 5,7 triliun dolar AS, lalu, nilai rumah tumbuh 500 miliar dolar AS,” kata dia.

Ia menambahkan masyarakat yang ada di Amerika juga meningkatkan tabungan mereka secara tajam pada kuartal terakhir. Ini mungkin mencerminkan pengurangan pengeluaran oleh konsumen yang lebih kaya.

Bantuan keuangan pemerintah federal dalam bentuk cek 1.200 dolar AS dan 600 dolar AS dalam tunjangan pengangguran mingguan juga memungkinkan beberapa rumah tangga berpenghasilan rendah untuk menabung lebih banyak.  

“Bantuan pemerintah itu telah berakhir. Jumlah uang di rekening koran melonjak 33 persen menjadi 1,8 triliun dolar AS. Rekening tabungan naik 6,1 persen menjadi 11,2 triliun dolar AS,” kata dia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA