Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Meksiko Catat Lebih dari 700 Ribu Kasus Covid-19

Selasa 22 Sep 2020 16:20 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Meksiko menghadapi lebih dari 700 ribu kasus Covid-19 (Foto: ilustrasi suasana salah satu pasar di Tijuana, Meksiko)

Meksiko menghadapi lebih dari 700 ribu kasus Covid-19 (Foto: ilustrasi suasana salah satu pasar di Tijuana, Meksiko)

Foto: Wallpaper Flare
Tingkat infeksi Covid-19 di Meksiko dinilai telah melambat selama hampir dua pekan

REPUBLIKA.CO.ID, MEKSIKO CITY -- Meksiko mencatat lebih dari 700 ribu kasus infeksi virus corona tipe baru atau Covid-19 yang dikonfirmasi hingga Senin (21/9) malam waktu setempat. Pemerintahnya mengatakan, angka itu adalah tingkat infeksi yang melambat selama hampir dua bulan.

Kementerian Kesehatan Meksiko melaporkan 2.917 kasus baru yang dikonfirmasi dari virus corona. Total kasus di seluruh negara yang tercatat kini 700.580. Sementara, jumlah kematian kumulatif terbilang tinggi tercatat 73.697 jiwa.

Menurut penghitungan Reuters, Amerika Latin telah mencatat sekitar 8,7 juta kasus virus corona dan lebih dari 322 ribu kematian. Keduanya merupakan yang tertinggi di wilayah mana pun. Sementara, Brasil adalah negara yang paling terpukul di kawasan itu. Peru, Kolombia, dan Meksiko juga mengalami wabah parah.

Baca Juga

Terlepas dari tindakan lockdown atau karantina wilayah yang agresif di banyak negara di seluruh kawasan, serta kepatuhan luas dalam strategi mitigasi seperti masker dan jarak sosial, para ahli menyarankan bahwa kemiskinan yang merajalela di kawasan itu dan ekonomi informal yang besar telah membuat penahanan menjadi sulit.

Di Meksiko, otoritas kesehatan senior seperti Wakil Menteri Kesehatan Hugo Lopez-Gatell, telah mengakui bahwa jumlah kasus sebenarnya di negara tersebut secara signifikan lebih tinggi dari angka resmi yang ditunjukkan. Namun, dia berpendapat bahwa wabah di Meksiko telah menunjukkan tanda-tanda melambat selama beberapa bulan terakhir.

"Kami sekarang memiliki delapan minggu berturut-turut (beban kasus)," kata Lopez-Gatell kepada wartawan pada briefing reguler pada Senin malam waktu setempat.

Dia sebelumnya mengutip penurunan tingkat rawat inap dan kematian baru. Presiden Andres Manuel Lopez Obrador dikritik sejak awal karena meremehkan krisis kesehatan. Sehingga, mendorong keluarga untuk pergi ke restoran bahkan ketika negara lain memberlakukan tindakan lockdown. Dia juga sangat jarang terlihat menggunakan masker di depan umum.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA