Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Erdogan: PBB Sekali Lagi Gagal Atasi Pandemi

Selasa 22 Sep 2020 14:51 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik PBB yang dinilai gagal tangani pandemi. Ilustrasi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik PBB yang dinilai gagal tangani pandemi. Ilustrasi.

Foto: Turkish Presidency via AP, Pool
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik PBB yang dinilai gagal tangani pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melayangkan kritik terhadap PBB yang dinilai terlambat terhadap pandemi Covid-19 yang menghancurkan dunia. Erdogan mengatakan PBB telah gagal sekali lagi.

"PBB, yang mengakui keberadaan pandemi (virus corona) beberapa pekan kemudian, tidak menunjukkan kehadiran dalam hal mengambil tindakan yang diperlukan untuk memerangi pandemi atau memenuhi kebutuhan," kata Erdogan setelah pertemuan Kabinet menceritakan awal wabah muncul dikutip laman Anadolu Agency, Selasa (22/9).

"PBB, gagal di setiap lini. Mulai dari Suriah hingga krisis kemanusiaan di Yaman hingga perkembangan di wilayah yang bergejolak seperti Afrika dan Amerika Selatan, dan telah gagal sekali lagi selama pandemi," ujar Erdogan menambahkan.

Menjelang pertemuan ke-75 PBB, Erdogan mengatakan PBB tidak efektif soal pasokan medisnya. "Pada saat Turki sendiri mengirimkan pasokan medis ke 146 negara, ketidakefektifan PBB muncul sekali lagi," ujarnya.

Dia menggarisbawahi sejak awal pandemi Turki telah menjadi salah satu negara yang dikutip secara global dalam hal tindakan yang diambil dan layanan yang diberikan kepada pasien. Mengingat delapan program pengembangan vaksinasi untuk Covid-19, dia mengatakan Turki berencana untuk menyediakannya penggunaan publik pada beberapa bulan pertama tahun depan.

Acara diplomatik tahunan terbesar di dunia, Sidang Umum PBB (UNGA), akan berlangsung tahun ini dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para pemimpin dunia untuk pertama kalinya akan berkumpul secara virtual karena pandemi virus corona.

Meskipun virus dapat mengalihkan perhatian dari topik lain dalam agenda, para pemimpin dunia dan perwakilan diharapkan untuk mengatasi perubahan iklim, rasisme, intoleransi, ketidaksetaraan, kemiskinan, kelaparan, dan konflik bersenjata.

Menyoal perkembangan terbaru di Mediterania Timur, Erdogan mengatakan perundingan akan dibuat. "Mereka yang berpaling dari fakta sejarah, konvensi internasional, adat istiadat, dan kebenaran yang terlihat demi melindungi kepentingan beberapa negara dalam masalah Siprus dan Mediterania Timur, tidak akan mengatakan apa-apa kepada dunia," ujarnya.

Erdogan dengan keras menyebut mereka yang mencoba mengganggu keseimbangan kawasan dan dunia hanya karena permusuhan mereka terhadap Turki sedang menggali kuburan mereka sendiri. "Kami dengan tegas melanjutkan operasi kami untuk mengamankan perbatasan selatan kami," tegas Erdogan.

Yunani telah membantah eksplorasi energi Turki di Mediterania Timur. Negara itu mencoba mengotak-atik wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.

Turki, negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania telah mengirimkan kapal bor untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya. Pihaknya mengatakan bahwa Turki dan Republik Turki Siprus Utara memiliki hak di wilayah tersebut. Untuk mengurangi ketegangan, Turki secara konsisten menyerukan dialog untuk memastikan pembagian yang adil dari sumber daya kawasan.

sumber : https://www.aa.com.tr/en/turkey/-un-failed-once-again-turkish-president/1980791
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA