Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Asam Jawa Bisa Jadi Pemutih Gigi?

Selasa 22 Sep 2020 10:41 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani

Asam Jawa

Asam Jawa

Foto: astrogle.com
Asam malat (Malic acid) mampu mengubah warna atau menghilangkan noda pada gigi.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Asam Jawa ternyata bisa menjadi pemutih gigi alami. Khasiat ini diturunkan dalam gel yang diciptakan tiga mahasiswa Universitas Brawijaya, Ririn Lutvita Sari, Afina Muti’ah Tuhepaly, dan Kharisma Ghanyysyafira.

Mahasiswa UB, Ririn Lutvita Sari mengatakan, gigi yang mengalami perubahan warna secara ekstrinsik sulit dihilangkan dengan cara menggosok gigi atau scalling. Di situasi ini, masyarakat biasanya menggunakan cara pemutihan gigi atau bleaching.

"Namun, bahan pemutih gigi itu memberikan efek meningkatnya porositas atau penurunan kekuatan gigi sehingga menurunkan kekerasan enamel," kata Ririn.

Ririn dan tim mencoba memaksimalkan potensi asam Jawa sebagai bahan pemutih gigi. Berdasarkan banyak penelitian, buah ini diketahui mengandung asam malat (Malic acid). Kandungan ini mampu mengubah warna atau menghilangkan noda pada gigi.

Selanjutnya, tim mengubah asam Jawa menjadi gel untuk menjadi produk pemutih gigi. Temuan ini bisa  diaplikasikan ke gigi selama kurang lebih 10 sampai 20 menit. "Dan dilakukan dua sampai tiga kali dalam satu hari," ungkapnya.

Menurut Ririn Produk pemutih gigi berbentuk gel dari asma Jawa lebih efektif dan aman. Hal ini karena memiliki ukuran nanopartikel dan menggunakan bahan-bahan alami.

Selain itu, asam malat diketahui memiliki berat molekul sangat rendah. Kandungan ini mampu berdifusi ke dalam email dan dentin. Bahkan, dapat mengoksidasi permukaan email gigi dengan melepaskan oksigen yang bebas pada ikatan rangkap dari senyawa organik dan anorganik dalam gigi.

"Pada proses oksidasi terjadi pemecahan rantai zat chromofor pada gigi yang sebelumnya berikatan pada pelikal, sehingga menyebabkan warna gigi menjadi lebih gelap dan terjadi reaksi reduksi yang membuat warna gigi menjadi lebih terang," kata Ririn.
 
Dosen pembimbing, Feni Istikharoh, menjelaskan, hampir 90 persen material kedokteran gigi merupakan produk impor. Oleh sebab itu, tidak heran apabila material kedokteran gigi saat ini relatif mahal.

Di sisi lain, Feni tak menampik, Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia sangat melimpah. Salah satunya terlihat pada asam Jawa di mana memiliki kandungan asam malat dan asam oksalat yang cukup tinggi. Adanya penelitian mengenai asam Jawa yang nantinya menjadi produk nanogel dapat berpotensi untuk digunakan sebagai produk material pemutih gigi yang aman.

"Serta memiliki kemampuan untuk memutihkan gigi yang tidak kalah dengan produk luar negeri," katanya.

Feni berharap melalui produk mahasiswanya dapat membantu para dokter gigi di Indonesia. Para dokter tidak perlu mengimpor material pemutih gigi kembali dari luar negeri. Hal ini secara tidak langsung juga dapat mengurangi ketergantungan untuk melakukan hal tersebut.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA