Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Kapan Waktu yang Tepat untuk Bersepeda?

Selasa 22 Sep 2020 07:10 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih

Bersepeda (ilustrasi). Bersepeda pada dasarnya dapat dilakukan baik di pagi maupun sore hari.

Bersepeda (ilustrasi). Bersepeda pada dasarnya dapat dilakukan baik di pagi maupun sore hari.

Foto: www.freepik.com
Bersepeda pada dasarnya dapat dilakukan baik di pagi maupun sore hari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Bersepeda kini menjadi salah satu olahraga yang digemari di masa pandemi Covid-19. Sebagian orang mungkin gemar bersepeda di pagi hari, sedangkan sebagian lainnya mungkin di sore hari. Mana yang benar?

Bersepeda pada dasarnya dapat dilakukan baik di pagi maupun sore hari. Akan tetapi, bersepeda di pagi hari mungkin akan lebih baik.

Salah satu alasannya adalah udara di pagi hari cenderung lebih segar. Selain itu, intensitas sinar matahari juga belum terlalu tinggi. "Radiasi sinar UV dapat Anda hindari," jelas Muliadi Limanjaya dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya dalam siaran pers yang diterima Republika.

Bersepeda merupakan salah satu jenis olahraga kardio yang bersifat aerobik atau jenis olahraga low impact. Seperti jenis olahraga lainnya, bersepeda juga dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Rutin bersepeda dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah di dalam tubuh.

"Ke depannya, dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah," tambah Muliadi.

Keunggulan lain dari bersepeda adalah olahraga ini dapat melatih banyak otot tubuh dengan risiko cedera yang rendah. Beberapa di antaranya adalah otot perut, paha, betis, dan kaki.

"Bersepeda juga mampu membantu tubuh membakar lemak, mencegah obesitas, dan juga meningkatkan stamina," jelasnya.

Meski minim risiko, cedera otot tetap bisa terjadi saat bersepeda. Cedera otot bisa terjadi karena sifat olahraga bersepeda adalah statis sehingga otot berada pada posisi yang sama dalam waktu lama.

Untuk menghindari risiko cedera otot, perlu dilakukan pemanasan sebelum bersepeda. Saat bersepeda, berhenti sejenak pada periode waktu tertentu untuk melakukan peregangan sebelum kembali melanjutkan bersepeda.

Hal yang tak kalah penting adalah menggunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat saat bersepeda. Hal lain yang tak boleh dilupakan adalah minum cukup cairan untuk mengganti cairan tubuh yang keluar ketika bersepeda.

Bersepeda pada dasarnya dapat dilakukan oleh semua golongan usia. Akan tetapi, tetap ada batasan yang perlu diperhatikan baik dari segi durasi atau intenstiasnya. Sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui batasan diri sendiri dalam berolahraga.

"Untuk mengetahui batasan maksimal Anda dalam berolahraga sepeda, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda," tukas Muliadi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA