Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Hasil Tes Ungkap Sebab Kematian Ratusan Gajah di Botswana

Selasa 22 Sep 2020 04:05 WIB

Red: Nidia Zuraya

 Foto udara dari bangkai salah satu dari sekitar 350 gajah yang telah ditemukan mati karena alasan yang tidak diketahui di daerah Delta Okavango, dekat kota Maun, Botswana utara, 03 Juli 2020. Jumlah gajah tewas yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pachyderms tidak muncul terkait dengan perburuan, karena taring gading masih melekat pada gajah. Pihak berwenang sedang melakukan berbagai tes untuk menentukan penyebab kematian.

Foto udara dari bangkai salah satu dari sekitar 350 gajah yang telah ditemukan mati karena alasan yang tidak diketahui di daerah Delta Okavango, dekat kota Maun, Botswana utara, 03 Juli 2020. Jumlah gajah tewas yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pachyderms tidak muncul terkait dengan perburuan, karena taring gading masih melekat pada gajah. Pihak berwenang sedang melakukan berbagai tes untuk menentukan penyebab kematian.

Foto: EPA-EFE/STR
Di Zimbabwe, lebih dari 20 bangkai gajah ditemukan dekat area berburu terbesar.

REPUBLIKA.CO.ID, GABORONE -- Sejumlah hasil tes laboratorium mengungkapkan bahwa ratusan gajah di Botswana mati karena kandungan racun dari sianobakteri/cyanobacteria yang mencemari sumber air minum, kata pejabat setempat, Senin (21/9). Dilansir Reuters, Wakil Direktur Departemen Satwa dan Taman Nasional, Cyril Taolo, saat acara jumpa pers mengatakan jumlah gajah yang mati bertambah jadi 330, sementara pada Juli jumlah itu tercatat 281.

Namun, salah satu dokter hewan di Departemen Taman Nasional Botswana, Mmadi Reuben, mengatakan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. “Tes terbaru kami menunjukkan sebab kematian gajah berasal dari racun dari sianobakteri yang menyerang sistem saraf. Bakteri itu ditemukan dalam air (yang diminum gajah, red),” kata Reuben.

“Namun kami masih punya banyak pertanyaan yang belum terjawab, di antaranya mengapa hanya gajah yang mati dan mengapa hanya di daerah itu. Kami masih mendalami dan menyelidiki sejumlah hipotesis,” katanya dalam konferensipers yang sama.

Di Zimbabwe, lebih dari 20 bangkai gajah ditemukan dekat area berburu terbesar di negara tersebut. Otoritas setempat menduga gajah mati karena penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Populasi gajah di Afrika terus menurun karena aktivitas berburu. Namun di Botswana, tempat keberadaan sepertiga dari total populasi gajah Afrika, jumlah mamalia itu naik sampai sekitar 130.000 ekor.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA