Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Lady Gaga Paling Terkesan dengan Lagu 'Joanne'

Senin 21 Sep 2020 22:22 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Lady Gaga menuangkan traumanya ke dalam album Chromatica.

Lady Gaga menuangkan traumanya ke dalam album Chromatica.

Foto: EPA
Lady Gaga berjuang keras menghadapi masalah mentalnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lady Gaga belum lama ini muncul di "Sunday Morning" CBS membicarakan kepedihan di balik kesuksesannya selama beberapa tahun terakhir. Apalagi, ketika hitnya "Joanne" mencetak rekor dan filmnya "A Star Is Born" menerima beragam penghargaan dan nominasi.

Kesuksesan rupanya juga membawa beban tersendiri bagi Gaga. Karena ia tidak bisa pergi ke supermarket atau makan bersama keluarga, tanpa dibombardir oleh penggemarnya.

"Saya benar-benar menyerah pada diri saya sendiri. Saya benci menjadi terkenal. Saya benci menjadi bintang. Saya merasa lelah dan habis daya," kata dia, seperti dikutip Fox News.

Gaga kerap memandangi pianonya dan berpikir ‘kamu menghancurkan hidupku bertahun-tahun, kamu menjadikanku Lady Gaga, dan musuh terbesarku adalah Lady Gaga’. Terkait dengan itu, di antara semua tantangan yang dia hadapi dalam membuat lagu, "Joanne"-lah yang paling berkesan.

"Saya menulis tentang trauma dari kehidupan ayah saya, lalu menjadi trauma bagi saya juga dalam banyak hal. Dan kupikir aku bisa memperbaiki keadaan ayahku, walau bagaimanapun, aku tidak pernah bisa memperbaikinya," ucap Gaga.

Sementara lagu itu meraih sukses besar, perempuan di belakangnya pun juga berjuang keras. "Tidak selalu mudah, jika kita memiliki masalah mental dan membiarkan orang lain melihatnya. Saya dulu menyakiti diri sendiri. Saya biasa berkata, 'Lihat. Saya melukai diri saya sendiri. Lihat, saya terluka,' karena saya tidak berpikir ada orang yang bisa melihat. Saya pikir kesehatan mental itu tidak terlihat. Bodoh," ujar pelantun “Shallow” itu.

Ketika ditanya apakah dia pernah berpikir untuk bunuh diri, jawaban Gaga jelas. Setiap hari dia selalu memikirkan untuk melakukan hal itu. Karena selama beberapa tahun ini, semua pekerjanya sangat mengawasinya, agar dia tidak melakukan itu.

Sama dengan penulis lagu lainnya, Gaga menuangkan traumanya ke dalam album terbarunya Chromatica yang menyoroti perjuangannya dan itu dituangkan dalam lagu-lagu, seperti "Rain On Me", "911", dan "1000 Doves".

“Saya bersumpah demi masa depan anak saya yang belum lahir, tapi saya harus (terus membuat musik). Aku harus melakukannya. Bernyanyi, aku harus melakukannya. Ternyata, meski aku tidak ingin hidup, aku masih tahu cara menulis lagu,” kata dia.

Cacian yang merendahkannya justru kini menjadi penguat bagi Gaga. Semakin orang tidak percaya dengan keberhasilannya, semakin tercambuklah ia untuk menunjukkan talentanya.

“Oh silahkan kalian mau menyebut itu tidak akan terjadi, tapi kalian lihat kan? Ternyata itu terjadi,” kata dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA