Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Polemik Ijazah di Pilwali Pasuruan 2020, Gus Ipul Buka-bukaan

Senin 21 Sep 2020 16:09 WIB

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com

.

.

Gus Ipul bicara soal ijazah dari Universitas Nasional.

jatimnow.com - Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Pasuruan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul buka-bukaan soal riwayat pendidikannya. Dia mengaku lulus S1 di Universitas Nasional Jakarta.

Gus Ipul buka-bukaan dalam acara yang digelar gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan tokoh masyarakat Kota Pasuruan, Senin (21/9/2020).

Hal itu dilakukan Gus Ipul menyusul desakan sejumlah pihak yang meminta Gus Ipul maupun Raharto Teno Prasetyo atau Teno buka-bukaan tentang riwayat pendidikannya. Desakan itu mencuat lantaran terjadi perang di media sosial antar pendukung terkait ijazah Gus Ipul dan Teno.

"Pendidikan saya terakhir adalah S1 ilmu sosial dan politik di Universitas Nasional Jakarta. Ada ijazahnya dan berkali-kali diregister dan berkali-kali juga didatangi KPU untuk memastikan bahwa ijazah ini sah dan benar," jelas Gus Ipul.

Gus Ipul membeberkan, secara keilmuan harusnya ia bergelar S.IP. Namun menurut aturan terdahulu saat ia lulus S1 atau sarjana, namanya doktorandus.

Baca juga: 

"Maka itu di dalam surat-surat suara sebelumnya, nama gelar saya doktorandus (Drs)," tegasnya.

Mantan wakil gubernur Jawa Timur dua periode ini berharap agar masyarakat tidak termakan kabar hoaks tentang informasi riwayat pendidikan dirinya dan wakilnya Adi Wibowo.

"Jadi tidak ada yang ditutup-tutupi dan disembunyikan. Semuanya kita buka apa adanya," tambah Gus Ipul

Sementara Bacawali Teno yang juga memakai ijazah SMA saat mendaftar ke KPU tidak hadir dalam acara uji publik riwayat pendidikan yang digelar kelompok masyarakat tersebut. KPU dan Bawaslu Kota Pasuruan pun tidak hadir.

"Kami sudah mengundang semuanya, kedua bapaslon yakni Teno-Hasjim dan Gus Ipul-Mas Adi. Juga KPU dan Bawaslu Kota Pasuruan. Ada tanda terimanya. Untuk alasan Pak Teno tidak hadir itu karena bersamaan dengan dilantiknya Pak Teno jadi wali kota Pasuruan oleh Pemprov Jatim. KPU dan Bawaslu juga gak hadir," jelas Ketua Panitia Acara, Suratman.

Terpisah Kepala Dinas Kominfo dan Statistika Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat membenarkan jika hari ini Teno mengikuti prosesi pelantikan sebagai Wali Kota Pasuruan di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

"Betul mas. Tadi jam 11 siang. Saya kebetulan juga hadir di Provinsi (Gedung Grahadi). Bersamaan pula dilantik Bu Wali sebagai ketua tim penggerak PKK dan Ketua dekranasda yang baru," tandas Kokoh.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA