Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

AS Catat Rekor Sejuta Lebih Tes Covid-19 Harian

Senin 21 Sep 2020 15:35 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Dokter dan perawat mengelilingi pasien yang terpapar Covid-19 di Roseland Community Hospital, Chicago, Amerika Serikat. AS mencatat rekor satu juta lebih tes harian Covid-19. Ilustrasi.

Dokter dan perawat mengelilingi pasien yang terpapar Covid-19 di Roseland Community Hospital, Chicago, Amerika Serikat. AS mencatat rekor satu juta lebih tes harian Covid-19. Ilustrasi.

Foto: Ashlee Rezin Garcia/Chicago Sun-Times via AP
AS membutuhkan enam sampai 10 juta tes Covid-19 per hari untuk kendalikan wabah

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mencatat rekor satu juta lebih tes harian Covid-19. Namun negara tersebut membutuhkan enam sampai 10 juta tes per hari untuk mengendalikan wabah tersebut, menurut para ahli.

AS pada Sabtu (19/9) menguji 1.061.411 spesimen, menurut data Proyek Penelusuran Covid, upaya yang dijalankan relawan untuk melacak wabah. Rekor itu muncul setelah jumlah tes dalam beberapa pekan menurun.

Sampai 13 September, AS menguji rata-rata 650 ribu orang per hari, berkurang dari puncaknya 800 ribu orang lebih per hari pada akhir Juli. Semenjak pandemi mengguncang, krisis tes Covid-19 mengacaukan upaya untuk menekan penyebaran virus corona.

Satu hari selama musim panas, warga Houston mengantre di dalam mobil dan menunggu berjam-jam demi melakukan tes Covid-19, bahkan sampai menginap di dalam mobil. Pemandangan serupa juga terlihat di Miami.

Usai menjalani tes, warga mungkin harus menunggu hingga dua pekan untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi virus corona. Di AS virus ini menjatuhkan hampir 200 ribu korban jiwa serta menginfeksi lebih dari 6,7 juta orang. Durasi yang lama tersebut mengagalkan upaya pencegahan virus lebih lanjut.

Pada Maret, Presiden Donald Trump mengatakan "siapa pun yang ingin melakukan tes, lakukanlah". Namun, rencana itu pun hingga kini belum terwujudkan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) mengizinkan penggunaan darurat sejumlah tes air liur, yang tidak mengharuskan tes usap dan menggunakan reaktan yang sudah ada.

AS juga memberi lampu hijau untuk pooling test, sebuah metode yang menguji sampel sejumlah orang secara bersamaan dan mampu meningkatkan kapasitas pengujian. Namun, pooling test hanya lebih efisien di area dengan wabah terbatas.

Pada pertengahan September, 27 dari 50 negara bagian memiliki tingkat hasil tes positif di atas lima persen, menurut analisis Reuters, termasuk di South Dakota dengan 17 persen. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai tingkat hasil tes positif di atas lima persen sebagai keadaan yang mengkhawatirkan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA