Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Meski Siaga, Relawan Tenaga Medis Corona Mulai Habis

Senin 21 Sep 2020 12:49 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Relawan tenaga kesehatan mengikuti simulasi penerimaan pasien di Tower 5 Rumah Sakit Darurat (RSD) wisma atlet, Kemayoran, Jakarta.

Relawan tenaga kesehatan mengikuti simulasi penerimaan pasien di Tower 5 Rumah Sakit Darurat (RSD) wisma atlet, Kemayoran, Jakarta.

Foto: Prayogi/Republika
Mahasiswa kedokteran yang magang akan membantu kekurangan tenaga medis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penularan virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) yang terus terjadi di Tanah Air membutuhkan banyak tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit (RS) Darurat. Meski para relawan tenaga kesehatan (nakes) telah disiagakan, tapi jumlahnya terus berkurang bahkan mulai habis.

Menurut Kepala Bidang Koordinator Relawan Medis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jossep F William, para relawan tim medis termasuk tenaga perawat dan dokter yang akan ditempatkan di beberapa rumah sakit (RS) darurat Covid-19 telah bersiap-siap. "Sebanyak 2.000 perawat sudah stand by, bahkan jumlah bidan masih cukup banyak. Tetapi tenaga kesehatan lain mulai habis," ujarnya saat konferensi virtual mengenai RS Darurat Covid-19 dam Dibukanya Tower 4 Flat Isolasi Mandiri Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Senin (21/9).

Untuk mengatasi persoalan ini, pihaknya telah mempersiapkan mahasiswa kedokteran yang magang untuk membantu kekurangan tenaga medis. Pihaknya juga bekerja sama dengan organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menyediakan tenaga dokter yang dibutuhkan di rumah sakit darurat. 

Baca Juga

Sementara itu, ia mengakui tenaga medis yang kini bertugas di RS Darurat merasa keletihan. Pihaknya mengaku mengutamakan keselamatan relawan dan tetap bergembira. Diantaranya telah menurunkan tim pekerja sosial untuk mengatasi kesepian relawan dengan membuka ruang curhat. Sehingga, dia melanjutkan, upaya ini diharapkan membantu penyembuhan dan efeknya daya tahan tubuh mereka tetap naik. "Karena pekerjaan masih panjang, belum ada tanda-tanda kasus Covid-19 turun," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA