Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

'Ulama Pahami Kondisi Sosial dalam Masyarakat'

Senin 21 Sep 2020 10:46 WIB

Red: Fernan Rahadi

Logo IKADI

Logo IKADI

Foto: islamedia.web.id
Yang ditakuti para ulama adalah melanggar peraturan-peraturan Allah dan rasul-Nya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang dai atau ulama yang berpikiran nasional biasanya akan tahu tentang kondisi di masyarakatnya. Oleh karenanya, bila ada pihak yang membuat wacana baru tentang dasar negara baik itu ulama ataupun tokoh manapun dipastikan mereka itu tidak memiliki dasar yang kuat terhadap wawasan kebangsaan Indonesia ini. Karena itulah paham mereka yang kontra terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa ini sebetulnya masih bersifat terbatas.

Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) bidang organisasi KH Baharuddin Husin, mengatakan sesungguhnya perlu untuk mencari pihak mana sebetulnya yang terlibat dengan hal tersebut, kemudian setelah itu perlu dilakukan pendekatan dan diajak berbicara, agar tahu apa motivasi mereka sebetulnya.

"Ketika kita paham misalnya mereka itu pemahaman wawasan kebangsaan termasuk tentang ideologi bangsa ini belum komprehensif. Tentunya hal ini barangkali menjadi tantangan dan peluang bagi kita. Karena saya rasa semua dai atau ulama secara umum itu sama yaitu ingin menyelamatkan umatnya masing-masing agar menjadi orang yang baik dan taat kepada penciptanya," ujar KH Baharuddin Husin, Jumat (18/9).

Karena menurut Kyai Baharuddin, sebetulnya yang ditakuti para ulama adalah melanggar peraturan-peraturan Allah dan rasul-Nya. Sementara Allah dan rasul-Nya itu sangat menganjurkan kepada setiap hamba-Nya untuk selalu taat pada sang penciptanya dan cinta pada tanah airnya sebagai bentuk rasa syukur dan sebagainya.

"Ketika ada hal-hal yang kurang bagus itu barangkali ada faktor-faktor yang perlu kita gali, kenapa terjadi seperti itu. Insya Allah para ulama atau dai ini sudah siap menyampaikan pesan-pesan agama dengan tulus dan baik. Kalau perlu panggil teman-teman sesama  ulama-ulama saling kerjasama hingga di daerah-daerah untuk menyampaikan hal ini," tuturnya.

Dirinya meyakini bahwa masing-masing organisasi massa (ormas) keagamaan tentunya punya kiat-kiat tersendiri dalam berdakwah. Namun demikian menurutnya tentu saja mereka tetap menyatu kepada kesepakatan bersama bangsa ini yaitu Pancasila dan kebinekaan yang dimiliki bangsa ini. Dan juga sebagaimana yang sudah diatur dalam Undang-Undang (UU).

"Karena itu ikhtiar dan upaya itu harus terus dilakukan. Nah saya rasa langkah yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan menggabungkan semua ormas lintas keagamaan menjadi satu dalam gugus tugas adalah terobosan yang sangat luar biasa bagus. Kalau ini dikembangkan terus, persoalan-persoalan yang dibahas diawal tadi Insya Allah bisa cepat teratasi," ujarnya.

Sehingga dengan adanya gugus tugas tersebut ia menyampaikan bahwa menyelesaikan persoalan di masyarakat, baik itu masalah ekonomi, akidah, keagamaan dan pemahaman yang ada itu perlu diselesaikan dengan cara bersinergi satu sama lain. Inisiatif yang dilakukan BNPT ini menurutnya sudah sangat tepat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA