Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

KSAD Siap Dukung Temuan UGM Terkait Covid-19

Senin 21 Sep 2020 09:54 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

KSAD Jenderal Andika Perkasa.

KSAD Jenderal Andika Perkasa.

Foto: Dispenad
UGM mengeklaim, akurasi alat tes Covid-19 melalui tiupan napas mencapai 97 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menegaskan, TNI AD siap mendukung segala inovasi yang dilakukan untuk menangani pandemi Covid-19, termasuk yang dilakukan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

"TNI Angkatan Darat siap mendukung segala bentuk inovasi untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Andika dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (21/9).

UGM Yogyakarta melakukan penelitian tentang inovasi alat kesehatan untuk menangani pandemi virus Covid-19 yang diberi nama GeNose. Alat tersebut berfungsi sebagai  pendeteksi virus corona hanya berdasarkan tiupan napas manusia.

Untuk menunjukkan dukungannya, Andika menyempatkan menghadiri undangan UGM yang memberikan paparan hasil penelitian dan ajakan kerja sama, di sela agenda kunjungan kerjanya di Yogyakarta.

Dalam sesi tersebut, Andika didampingi Komandan Resort Militer (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen Ibnu Bintang Setiawan beserta jajaran, mendengarkan paparan dari tim penemu peneliti UGM Kuwat Triyana, yang menjelaskan hasil sementara penelitian.

"Kami coba untuk jelaskan prinsip kerjanya, seperti ini Bapak, kita ambil pakai kantong plastik kemudian ini kita ganti, nanti tinggal disedot menggunakan pompa masuk ke ruang sensor. Nanti ruang sensor ini yang ada di dalam ini yang nanti akan men-sensing gas-gas yang keluar dari napas tadi," kata Kuwat.

Bahkan, Kuwat mengeklaim, akurasi alat tes Covid-19 melalui tiupan napas itu bisa mencapai 97 persen.

Dari paparan itu, Andika merespons baik ajakan kerja sama dari pihak UGM dalam sambutannya, setelah mendengarkan paparan hasil penelitian. Menurut Andika, TNI AD siap membantu uji diagnostik dengan uji klinis, misalnya jika dibutuhkan rumah sakit jelas sudah tersedia.

"Pokoknya kita dukung lebih cepat lebih bagus. Karena waktu ini kita urgen sekali, tanpa mem-by pass tadi multi central kita penuhi toh kami punya fasilitas perizinan segala macam akan lebih mudah. Saya pendukung inventions (penemuan) apa pun,” ujar Andika.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA