Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Mahasiswa UBSI  Didorong Aktif,  Jangan Jadi “Kupu-Kupu”

Senin 21 Sep 2020 06:26 WIB

Red: Irwan Kelana

UBSI akan menggelar Seminar TEMATIK, 21-25 September 2020.

UBSI akan menggelar Seminar TEMATIK, 21-25 September 2020.

Foto: Dok UBSI
Jadilah mahasiswa yang luar biasa,  bukan yang biasa. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berupaya mendorong para mahasiswanya agar tidak hanya aktif dan sukses dalam bidang akademik. Mereka juga dimotivasi agar menjadi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dan meraih prestasi non-akademik.

Hal itu dilakukan melalui Seminar TEMATIK yang salah satunya diisi oleh Pusat Prestasi Mahasiswa (PPM) UBSI. Seminar TEMATIK diselenggarakan masih dalam rangka Masa Perkenalan Kampus, jadi seminar tersebut dikhususkan untuk mahasiswa baru UBSI tahun akademik 2020/2021. Seminar akan dilaksanakan pada  21-265 September 2020  secara live via Zoom dan Youtube.

Pusat Prestasi Mahasiswa turut hadir dalam rangka  memeriahkan kegiatan Seminar TEMATIK tersebut, dengan mengusung tema ‘Menjadi Mahasiswa yang Luar Biasa Bukan yang Biasa’. 

“Seminar Tematik ini bertujuan untuk menjadikan mahasiswa baru termotivasi mengikuti berbagai kegiatan Ormawa (Organisasi Kemahasiswaan), UKM (Unit Kegiatan Kemahasiswaan), PKM (Pusat Kreativitas Mahasiswa) dan lainnya" kata Ketua Pusat Prestasi Mahasiswa UBSI, Cep Adiwihardja melalui rilis, Sabtu (19/9). 

Jadi, ia menambahkan,  selain aktif berkuliah, mahasiswa baru juga harus memiliki prestasi di bidang non-akademik. “Jangan jadi mahasiswa yang ‘kupu-kupu’ atau kuliah pulang- kuliah pulang, namun harus aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan juga,”  ujarnya.

Melalui Seminar TEMATIK tersebut, selain mendapatkan e-sertifikat dan e-materi, mahasiswa juga akan ikut termotivasi untuk menciptakan prestasi. “Kuliah bukan sekedar kuliah saja  untuk menuntut ilmu, namun mahasiswa juga harus memiliki prestasi yang dapat digunakan sebagai SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) saat lulus nanti,” kata Cep.

SKPI merupakan sejarah atau rekam jejak prestasi mahasiswa selama berkuliah yang dicantumkan di curriculum vitae (CV). Hal ini meliputi aktivitas mahasiswa saat mengikuti kegiatan seminar, webinar, workshop, karya wisata, kunjungan studi, praktek kerja lapangan (PKL), on job training, dan lain-lain, yang pernah diikuti. Juga prestasi yang pernah diraih maupun kegiatan lainnya.

“SKPI ini sebagai bukti bahwa mahasiswa memiliki kredibilitas dalam persaingan dunia kerja, sehingga dengan mengikuti webinar ini mahasiswa akan terus dibantu untuk berprestasi dalam hal apapun,” tutup Cep Adiwihardja.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA