Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

'NU Jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis Pilkada'

Senin 21 Sep 2020 06:38 WIB

Rep: S Bowo Pribadi / Red: Agus Yulianto

Lambang NU.

Lambang NU.

Foto: Wordpress.com
Ada enam poin imbauan PWNU Jawa Tengah kepada warga nahdliyin dalam surat imbauan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah meminta agar atribut, lembaga, serta badan otonom NU jangan dimanfaatkan untuk kegiatan politik praktis selama masa pemilu kepala daerah (pilkada) tahun 2020.

Hal ini menjadi salah satu poin penting imbauan PWNU Jawa Tengah guna tetap memperkuat ukhuwah, ketentraman, ketertiban serta kedamaian masyarakat Jawa Tengah, khususnya dalam menghadapi hajat pemilukada serentak.

Ketua PWNU Jawa Tengah Drs H Mohammad Muzamil mengungkapkan, PWNU Jawa Tengah perlu mengeluarkan imbauan kepada warga Nahdliyin dalam rangka menyikapi pelaksanaan pilkada serentak yang bakal digelar di 21 daerah di Jawa Tengah.

Ada enam poin imbauan PWNU Jawa Tengah kepada warga nahdliyin dalam surat imbauan yang juga ditandatangani oleh Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh; Katib, KHA Imam Sya’roni MAg serta Sekretaris PWNU Jawa Tengah, H Hudallah Ridwan tersebut.

Yakni, PWNU Jawa Tengah mengimbau kepada warga nahdliyin agar senantiasa mendekatkan diri, memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT, sesuai akidah ahlussunah wal jamaah.

PWNU Jawa Tengah juga mengimbau agar seluruh masyarakat Jawa Tengah–khususnya di daerah yang akan menggelar pilkada serentak—terus memperkuat tali silatirrahim dan saling berpesan dalam kebenaran dan kesabaran.

Selanjutnya, mengimbau agar segenap warga nahdliyin yang ada di Jawa Tengah untuk senantiasa memuliakan serta menjaga marwah para Kiai dan Habaib di kalangan ahlussunah wal jamaah.

“Termasuk tetap fokus untuk menjalankan program- program jam’iyyah yang sudah ditetapkan,”  ujarnya, melalui keterangan pers yang diterima Republika, Ahad (20/9).

PWNU Jawa Tengah, lanjut Muzamil, mengimbau agar tidak membawa atau mempergunakan atribut NU, Lembaga dan Badan Otonom dalam kegiatan politik praktis selama masa pilkada serentak di Jawa Tengah.

Jika terdapat situasi yang mencurigakan dan dapat mengakibatkan keruhnya suasana ketenteraman serta kedamian masyarakat, atau jika melihat kemungkaran harap segera berkoordinasi dengan aparatur pemerintah setempat dan tidak dibenarkan untuk main hakim sendiri.   

Imbauan ini disampaikan oleh PWNU Jawa Tengah agar seluruh warga Nahdliyin di daerah ini bisa tetap memperkuat ukhuwah, ketertiban dan ketenteraman di tengah- tengah masyarakat Jawa Tengah.

“Sehingga pelaksanaan pilkada serentak di Jawa Tengah bisa berjalan dengan tertib, lancar dan bisa dilaksanakan dalam kerangka persatuan dan kesatuan,’ tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA