Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Daun Tembelekan dan Bandotan Hambat Pertumbuhan E-Coli

Senin 21 Sep 2020 05:42 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda

Bakteri E.Coli

Bakteri E.Coli

Foto: dw-world/dpa
Setelah diuji, ekstrak kedua daun menunjukkan adanya aktivitas antibakteri

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Antimikroba merupakan zat yang memiliki kemampuan untuk menghambat dan mematikan pertumbuhan mikroba, dengan toksisitas ke manusia yang relatif kecil. Banyak dari tumbuhan herbal yang dapat berperan sebagai antimikroba salah satunya daun bandotan (Ageratum conyzoides L) dan daun tembelekan (Lantana camara L).

Tembelekan telah digunakan untuk pengobatan banyak penyakit manusia seperti maag, malaria, influenza, tumor, pembengkakan, demam empedu dan lain-lain. Sedangkan, bandotan dipakai sebagai obat luka baru, luka berdarah, eksim dan penyakit infeksi bakteri. Mahasiswa Prodi Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Diana Okfy, meneliti aktivitas antimikroba dalam kedua daun.

Terutama, terhadap Escherichia coli dan Candida albicans. Escherichia coli (e-coli) dikenal sebagai bakteri penyebab sakit perut atau diare, sedangkan Candida albicans merupakan bakteri penyebab infeksi jamur.

Diana mengatakan, kedua daun memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid yang berperan sebagai antimikroba. Setelah diuji, ekstrak kedua daun menunjukkan adanya aktivitas antibakteri.

"Hal itu dapat dilihat dari zona bening yang terbentuk dalam masing-masing medium perlakuan dengan pengamatan selama 48 jam yang diinkubasi pada suhu 37 derajat celcius, dengan kemampuan daya hambat yang berbeda-beda," kata Diana.

Berdasarkan hasil pengamatan ketiga jam, zona hambat sudah mulai terbentuk. Kemudian, ekstrak daun tembelekan dan bandotan mampu menghambat pertumbuhan fungi candida albicans dengan adanya diameter zona hambat.

Pada waktu pengamatan kesembilan jam sudah terbentuk zona bening di sekitar paper disk dan lebih jelas terlihat pada waktu pengamatan ke-18 jam. Hal ini membuktikan ekstrak daun tembelekan dan bandotan berfungsi sebagai antifungi.

"Penelitian menyimpulkan ekstrak daun tembelekan dan ekstrak daun bandotan mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Dengan rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk 6,93-14,25 milimeter," ujar Diana.

Serta, lanjut Diana, mampu menghambat pertumbuhan fungi Candida albicans dengan rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk 6,03-7,79 milimeter. Kemampuan daya hambat masih bersifat bakteriostatik dan fungistatik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA