Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Jangan Lakukan Stigma Sosial Pada Pasien Positif Covid-19

Senin 21 Sep 2020 08:53 WIB

Rep: rusdy nurdiansyah/ Red: Hiru Muhammad

Sejumlah polantas dengan pakaian tokoh wayang menyebrangi jalan saat melakukan sosialisasi penggunaan masker di Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, Senin (14/9). Ditlantas Polres Metro Depok mengajak pengendara agar displin menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran COVID-19. Republika/Putra M. Akbar

Sejumlah polantas dengan pakaian tokoh wayang menyebrangi jalan saat melakukan sosialisasi penggunaan masker di Jalan Raya Margonda, Depok, Jawa Barat, Senin (14/9). Ditlantas Polres Metro Depok mengajak pengendara agar displin menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran COVID-19. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Stigma sosial akan memperparah keadaan baik secara mental maupun pada penyebaran

REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK--Warga di Kota Depok diminta jangan mendiskriminasi pasien positif Covid-19.dan para tenaga medis. "Kami meminta warga agar tidak melakukan stigma sosial terhadap pasien positif Covid-19, terlebih ke keluarga mereka dan juga ke petugas kesehatan," ujar Kepala Kepala Unit Pelayanaan Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Limo, Kota Depok, Winarni Naweng Triwulandari, Ahad (20/9).

Menurut Winarni, stigma sosial dapat membuat orang-orang menyembunyikan sakitnya agar tidak didiskriminasikan. Stigma sosial hanya akan memperparah keadaan baik secara mental maupun pada penyebaran Covid-19. 

"Harus dipahami stigma sangat berdampak terhadap imunitas seseorang dan akan berpengaruh dalam proses penyembuhan Covid-19," katanya.

Lanjut Winarni, karena itu, demi mencegah adanya stigma sosial terhadap pasien Covid-19, pihaknya terus melakukan edukasi ke masyarakat. Penyuluhan dilakukan agar masyarakat lebih memahami tentang penanganan pasien Covid-19. 

"Masyarakat juga diminta menghindari stigma sosial terhadap petugas medis. Saat ini, masih ada saja masyarakat yang kurang baik. Bahkan, sambungnya, tidak mempersilakan petugas medis untuk melakukan upaya penanganan," tuturnya.

Penyakit Covid-19 kemungkinan sembuhnya cukup tinggi. Sebab, dari jumlah 159 pasien positif di Limo, 124 di antaranya dinyatakan sembuh. "Ini data dari awal Maret hingga September 2020," ucapnya.

Winarni meyakini dengan komunikasi yang baik dapat menghapus stigma negatif kepada pasien Covid-19. "Mencegah dan menghentikan stigma di lingkungan sekitar tidak sulit bila semua pihak bersatu dalam berkomitmen tidak menyebarkan prasangka. Kita semua dapat ikut berperan untuk meminimalisir stigma negatif tersebut. Demi upaya bersama menanggulangi pandemi Covid-19," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA