Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Cara Ole Menyelamatkan Nama Baik Lindelof

Ahad 20 Sep 2020 19:27 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Victor Lindelof

Victor Lindelof

Foto: EPA-EFE/Peter Powell
Lindelof terus jadi kambing hitam kekalahan MU.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Satu nama menjadi sorotan dibalik kekalahan Manchester United pada laga perdana Liga Primer Inggris musim ini. Dia adalah Victor Lindelof.

United menjamu Crystal Palace di Old Trafford. Tuan rumah menyerah 1-3 dalam duel yang berakhir pada Ahad (20/9) dini hari WIB.

Lindelof dinilai bersalah dalam setiap gol kubu lawan. Pada menit ketujuh, ia tak mampu menggagalkan umpan silang Jeffrey Schlupp ke kotak penalti timnya.

Bola yang datang disambar Andros Townsend, merobek jala Iblis Merah. Pada menit ke-74, gawang United kembali kebobolan.

Kali ini, melalui penalti Wilfried Zaha. Beberapa menit sebelumnya, wasit menganggap Lindelof menyentuh bola dengan tangan di area terlarang.

Setelahnya, MU sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-80, lewat sontekan Donny van de Beek. Lima menit kemudian, Palace kembali menjauh.

Zaha lagi-lagi mencatatkan namanya di papan skor. Sebelum menaklukkan De Gea, sosok yang pada musim 2013/2014 berkostum Iblis Merah itu terlebih dahulu melewati Lindelof.

Walhasil bek tengah asal Swedia itu jadi sasaran amukan penggemar. Legenda klub seperti Gary Neville pun merespon serupa.

Pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer diminta bereaksi. "Hari ini kami tidak bertahan sebaik yang bisa kami lakukan, tapi saya tidak menyalahkan individu," kata Solskjaer, dikutip dari Manchester Evening News.

Sang arsitek memilih bersikap diplomatis. Ia tak mau menyingung pemainnya satu per satu. Bagi Ole apa pun yang terjadi merupakan tanggung jawab bersama.

Pada kesempatan serupa, juru taktik asal Norwegia ini mengeluarkan pujian untuk Van de Beek. Eks Ajax Amsterdam mencetak gol pada laga debutnya.

Ole menilai gelandang 23 tahun itu pemain cerdas. "Dia melihat ruang, kemana bola akan bergulir di dalam kotak penalti. Itulah mengapa kami mengontraknya," ujar juru taktik yang juga mantan penyerang Manchester United ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA