Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Tak Ada Nama Arief Poyuono di Kepengurusan Terbaru Gerindra

Ahad 20 Sep 2020 17:21 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Arief Poyuono (kiri).

Arief Poyuono (kiri).

Sebelumnya, Arief Poyuono menjabat sebagai wakil ketua umum Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani resmi mengumumkan daftar kepengurusan Partai Gerindra periode 2020-2025, Sabtu (19/9) malam. Di dalam daftar susunan kepengurusan tersebut tidak muncul nama Arief Poyuono yang pada periode sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua umum Partai Gerindra. Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad enggan mengomentari hal tersebut.

"Saya enggak mau jawab," kata Dasco kepada Republika, Ahad (20/9).

Jauh hari sebelum Partai Gerindra mengumumkan kepengurusannya, politikus Partai Gerindra Habiburrokhman juga sempat menyinggung soal keberadaan politikus Partai Gerindra Arief Poyuono di kepengurusan Partai Gerindra yang baru.

"Waduh, itu saya saja sudah lupa siapa Arief Poyuono ya, ada yang kenal enggak?," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Selasa (8/9) lalu.

Untuk diketahui, Arief Poyuono di periode sebelumnya menjabat posisi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Dirinya kerap melontarkan pernyataan yang cukup menimbulkan kontroversi. Terakhir, Poyuono tersandung kasus ucapan soal PKI dimainkan oleh kadrun.

Pernyataan Arief Poyuono tersebut berbuntut panjang. Majelis Kehormatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra  sampai menggelar sidang terkait pernyatan Arief Poyuno tersebut pada Selasa (23/6) lalu.

Sebelumnya, Ahmad Muzani mengumumkan sejumlah nama yang kini menjabat di kepengurusan Partai Gerindra 2020-2025. Arief Poyuono tidak masuk ada di dalam stuktur kepengurusan Partai Gerindra periode 2020-2025.

Sementara Habiburrokhman yang pada periode sebelumnya tidak masuk ke dalam jajaran wakil ketua umum, kini dirinya mengisi posisi wakil ketua umum bidang hukum dan advokasi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA