Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Tingkat Penularan Covid-19 di Provinsi Kaltim Sangat Masif

Ahad 20 Sep 2020 09:06 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Petugas medis memperlihatkan sampel tes usap (swab test) Covid-19 (ilustrasi).

Petugas medis memperlihatkan sampel tes usap (swab test) Covid-19 (ilustrasi).

Foto: SYIFA YULINNAS/ANTARA
Terjadi penambahan sebanyak 111 kasus terkonfirmasi positif di Kaltim, Sabtu (19/9).

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Kasus Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih menunjukkan angka kenaikan yang tinggi dan bersadasarkan rilis harian satuan tugas wilayah setempat terjadi penambahan sebanyak 111 kasus terkonfirmasi positif pada Sabtu (19/9).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyampaikan akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah itu sudah mencapai 6.716 kasus. "Tingkat penularan kasus sudah sangat masif dengan pergerakan kenaikan kasus sangat tinggi, kondisi seperti ini perlu upaya serius semua pihak, khususnya kesadaran masyarakat akan menaati protokol kesehatan," kata Andi di Kota Samarinda, Sabtu.

Andi membeberkan, tambahan kasus positif baru tersebar di Samarinda 39 orang, Balikpapan 36 orang, Berau 14 orang, Paser 10 orang, Bontang tujuh orang, serta Kutai Timur lima orang. "Potensi bertambahnya kasus masih cukup besar karena masih ada 951 kasus yang menunggu hasil swab," jelasnya.

Untuk kasus meninggal dilaporkan terjadi penambahan sebanyak 3 kasus yang ketiganya terjadi di Kota Samarinda yakni pasien dengan kode SMD 1.158, SMD 1.628, dan SMD 1.759.

Sedangkan pasien sembuh juga dilaporkan terjadi penambahan sebanyak 91 orang dengan rincian Balikpapan 32 orang, Samarinda 22 orang, Bontang 20 orang, Kutai Timur 12 orang, Paser empat orang, dan Berau satu orang.

Dengan demikian, menurut Andi, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kaltim berjumlah 6.716 orang. Rinciannya, 4.393 orang dinyatakan sembuh, 2.058 orang masih menjalani perawatan, dan 265 orang dilaporkan meninggal dunia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA