Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Cegah Kerumunan, Menko PMK Pastikan Bansos Diantar ke Rumah

Ahad 20 Sep 2020 08:37 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy

Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Beras tak boleh ditaruh di satu tempat kemudian penerima manfaatnya disuruh mengambil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bantuan sosial (bansos) akan tersalur langsung ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Nantinya, bansos beras akan diantar ke rumah masing-masing KPM PKH. 

"Untuk proses penyaluran, nantinya bansos beras akan diantar ke rumah masing-masing KPM PKH. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kerumunan masyarakat yang ingin mengambil bansos beras. Sesuai dengan kesepakatan, beras ini akan di antar ke rumah KPM. Mohon hal ini dipantau di lapangan. Jadi, tidak boleh hanya ditaruh di satu tempat kemudian penerima manfaatnya dipanggil disuruh ambil," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (20/9).

Kemudian, ia melanjutkan penyaluran bansos dilakukan sampai ke rumah KPM, dilakukan oleh transporter, pihak ketiga dari transporter serta akan didampingi pendamping PKH. "Kecuali kalau memang ada KPM yang mau bawa sendiri. Tetapi kesepakatannya harus diantar sampai ke rumah," kata dia.

Baca Juga

Sebelumnya diketahui, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Izzudin Al Farras menyarankan pemerintah lebih menggencarkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat rentan miskin serta miskin sebagai antisipasi ancaman resesi ekonomi. Ancaman resesi merupakan hal yang tidak terhindarkan dan berpeluang besar menimpa seluruh negara. "Bantuan sosial harus lebih ditingkatkan kepada masyarakat miskin dan rentan," ujar Farras dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut dia, ancaman resesi merupakan hal yang tidak terhindarkan dan berpeluang besar menimpa seluruh negara di dunia selama pandemi Covid-19 masih melanda. Oleh karena itu, hal yang perlu diantisipasi oleh pemerintah adalah mengurangi dampak resesi ekonomi tersebut kepada masyarakat menengah ke bawah dan miskin, mengingat sejak pembatasaansosial berskala besar (PSBB) jilid pertama sudah banyak masyarakat rentan yang jatuh ke jurang kemiskinan.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA