Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Wali Kota Bogor Optimistis Rektor IPB Segera Sembuh

Sabtu 19 Sep 2020 19:35 WIB

Red: Ratna Puspita

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto

Foto: instagram/bimaaryasugiarto
Dinkes Kota Bogor sudah berkoordinasi dengan IPB untuk menelusuri kontak eratnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memberikan tanggapan mengenai kabar Rektor IPB Arif Satria terkonfirmasi positif Covid-19 tetapi tanpa gejala. Ia optimistis Rektor IPB University Arif Satria segera sembuh dari Covid-19 karena rajin berolahraga dan selalu ceria. 

"Sampa tadi malam, saya masih chat dengan Rektor IPB, kondisinya biasa-biasa aja," kata dia di Kota Bogor, Sabtu (19/9).

Setelah mendapatkan informasi bahwa Rektor IPB terkonfirmasi positif Covid-19, kata dia, Dinas Kesehatan Kota Bogor sedang melakukan koordinasi di IPB untuk mencari tahu aktivitas rektor pada beberapa hari sebelumnya. "Koordinasi ini untuk menelusuri kontak eratnya," katanya.

Baca Juga

Koordinasi tersebut, kata Bima, untuk memastikan bahwa rektor IPB tercatat pada KTP-nya berdomisili di Kota Bogor atau Kabupaten Bogor. "Kalau secara fisik Rektor IPB tinggal di Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor," katanya.

Bima mengatakan dalam beberapa hati terakhir, rektor IPB menjalankan tugas secara daring. "Saya mendapat informasi, tadi pagi Rektor IPB masih bekerja secara daring. Pak Rektor masih bisa bercanda," katanya.

Sebelumnya, Rektor IPB Arif Satria menyampaikan pernyataan tertulis, Sabtu, yang mengabarkan bahwa dirinya terkonfirmasi positif COVID-19. Pernyataannya itu, "Di tengah berbagai aktivitas yang padat, atas inisiatif saya sendiri, saya melakukan tes swab pada 18 September dan ternyata hasilnya dinyatakan positif".

Ia juga menyatakan konfisi fisiknya saat ini sebagai baik. "Meskipun demikian, alhamdulillah saat ini saya merasa dalam kondisi fisik yang baik untuk tetap dapat beraktivitas dan melaksanakan tanggung jawab saya selaku rektor melalui koordinasi secara virtual. Saya akan melaksanakan protokol kesehatan untuk isolasi mandiri sampai dengan dinyatakan sembuh," katanya.

Ia juga menyatakan tentang perpanjangan dan pengetatan masa pembatasan masuk kampus. "Mempertimbangkan hal tersebut, saya memutuskan untuk memperpanjang dan memperketat masa pembatasan masuk kampus, selama 14 hari sejak Sabtu hari ini," katanya.

Arif Satria juga memohon dukungan doa dari semua pihak agar segera pulih. "Semoga Allah memberikan karunia kesehatan. Saya juga mendoakan agar kita semua selalu dianugerahi kesehatan, sehingga kita bisa terus beraktivitas, berinovasi, dan saling menginspirasi," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA