Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Penembakan Massal Rochester Telan Korban Jiwa

Ahad 20 Sep 2020 00:27 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Penembakan. Penembakan massal terjadi di sebuah pesta ilegal yang digelar selama masa pembatasan Covid-19 di Rochester, New York.

Ilustrasi Penembakan. Penembakan massal terjadi di sebuah pesta ilegal yang digelar selama masa pembatasan Covid-19 di Rochester, New York.

Foto: Pixabay
Penembakan massal menyebabkan dua orang meninggal dunia dan 14 orang terluka.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Penembakan massal terjadi di sebuah pesta ilegal yang digelar selama masa pembatasan Covid-19 di Rochester, New York. Penembakan massal ini menyebabkan dua orang meninggal dunia dan 14 orang terluka.

Penembakan ini terjadi di blok 200 Pennsylvania Avenue pada Sabtu (19/8) jam 00.25 dini hari waktu setempat. Seluruh 14 korban luka tak mengalami luka serius yang mengancam jiwa.

Dua orang yang tewas dalam penembakan massal ini adalah satu orang laki-laki dan satu orang perempuan. Keduanya diperkirakan berusia sekitar 18-22 tahun.

Kepala Kepolisian Mark Simmons mengatakan ada sekitar 100 orang yang menghadiri pesta ilegal tersebut. Saat polisi tiba, tempat penyelenggaraan pesta tersebut tampak sangat kacau.

"Itu merupakan pemandangan yang sangat kacau. Dan kami dapat melihat beberapa korban terluka dari penembakan," jelas Simmons, seperti dilansir Sky News.

Pesta yang digelar merupakan semacam pesta taman belakang. Polisi baru menyadari ada penyelenggaraan pesta setelah mendapatkan laporan dari 911.

Pesta tersebut dikatakan ilegal karena diselenggarakan saat peraturan pembatasan Covid-19 sedang diterapkan. Di tengah pandemi Covid-19, New York menerapkan larangan berkumpul yang melibatkan lebih dari 50 orang.

Simmons mengatakan kejadian ini merupakan sebuah tragedi di mana orang-orang menggelar pesta rumah ilegal di tempat yang tak aman karena Covid-19. Selain ilegal, pesta ini juga diwarnai dengan alkohol dan kekerasan. "Itu resep untuk bencana," papar Simmons.

Saat ini kepolisian sedang mengumpulkan bukti dan mewawancarai saksi mata hingga korban. Polisi telah mendapatkan informasi mengenai siapa yang mungkin bertanggung jawab dalam tragedi penembakan massal ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA