Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Kopi Berpotensi Perlambat Penyebaran Kanker Kolon

Ahad 20 Sep 2020 00:17 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Gita Amanda

 Kebiasaan minum kopi mungkin dapat membantu pasien kanker kolorektal untuk hidup lebih lama.

Kebiasaan minum kopi mungkin dapat membantu pasien kanker kolorektal untuk hidup lebih lama.

Foto: ist
Konsumsi kopi berkaitan dengan harapan hidup yang lebih panjang dan penyebaran kanker

REPUBLIKA.CO.ID, Kebiasaan minum kopi mungkin dapat membantu pasien kanker kolorektal untuk hidup lebih lama. Studi terbaru mengungkapkan konsumsi kopi berkaitan dengan harapan hidup yang lebih panjang dan penyebaran kanker yang lebih lambat pada pasien kanker kolon stadium lanjut.

Pada stadium lanjut, proses metastasis atau penyebaran sel kanker ke organ lain sudah terjadi. Peneliti mengatakan kanker kolon yang sudah mengalami metastasis umumnya tidak dapat disembuhkan.

"Tidak daat disembuhkan dalam sebagian besar kasus," jelas salah saut peneliti Christopher Mackintosh dari Mayo Clinic School of Medicine, seperti dilansir WebMD.

Meski begitu, ada beberapa faktor gaya hidup seperti pola makan dan kebiasaan olahraga yang berkaitan dengan harapan hidup yang lebih panjang pada pasien kanker kolon. Terkait pola makan, studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat memperpanjang harapan hidup pasien kanker kolon.

Melalui studi ini, tim peneliti menemukan bahwa pasien metastasis kanker kolon yang gemar meminum kopi memiiki harapan hidup lebih panjang.

Pasien yang minum secangkir kopi per hari cenderung dapat bertahan selama 30 bulan setelah terdiagnosis. Pasien yang minum kopi 2-3 cangkir per hari cenderung bisa bertahan selama 32 bulan. Sedangkan pasien yang terbiasa minum empat cangkir atau lebih per hari memiliki harapan hidup hingga 39 bulan.

Selain berkaitan dengan harapan hidup yang lebih panjang, peneliti juga menemukan bahwa laju perjalanan kanker kolon tampak lebih lambat pada pasien yang minum 2-3 cangkir kopi per hari dibandingkan pasien yang minum satu cangkir per hari atau lebih rendah dari itu.

Laju perjalanan penyakit juga tampak semakin lebih lambat pada pasien kanker kolon yang terbiasa minum empat cangkir kopi per hari atau lebih.

Manfaat protektif ini terlihat baik pada pasien yang mengonsumsi kopi berkafein maupun kopi tanpa kafein. Temuan baru ini telah dipublikasikan dalam jurnal JAMA Oncology pada 17 September kemarin.

"Ini meruakan studi pertama mengenai efek kopi pada pasien kanker kolorektal metastasis," lanjut Mackintosh.

Tim peneliti menegaskan bahwa studi mereka hanya menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan outcome kanker yang lebih baik. Akan tetapi, temuan baru ini tidak dapat menjadi bukti mengenai hubungan sebab akibat antara konsumsi kopi dengan harapan hidup yang lebih baik atau perjalanan penyakit yang lebih lambat pada pasien kanker kolon.

Tim peneliti juga tidak menganjurkan pasien kanker kolon untuk meningkatkan konsumsi kopi mereka secara drastis hanya karena studi terbaru ini. Akan tetapi, tim peneliti mempersilahkan pasien kanker kolon yang memang terbiasa minum kopi untuk tetap melanjutkan kebiasaan tersebut tanpa khawatir.

"Tentu keputusan seperti ini harus selalu didiskusikan kasus per kasus dengan tenaga kesehatan profesional yang menangani," pungkas Mackintosh.

Profesor dari departemen ilmu kedokteran Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital Dr Andrew Chan mengungkapkan beberapa manfaat kopi. Salah satunya, kopi diketahui memiliki sifat antiinflamasi. Selain itu, kopi dinilai dapat membuat jaringan lebih sensitif terhadap efek insulin yang kemudian dapat membantu meregulasi gula darah.

"Kedua mekanisme ini dapat menurunkan risiko kanker," timpal Dr Chan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA