Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Dokter Paru: Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Sabtu 19 Sep 2020 03:43 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Warga menggunakan masker saat belanja di pasar tradisional Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (17/9). Warga yang tak memiliki keperluan penting diserukan untuk tetap di rumah untuk menurunkan risiko tertular Covid-19.

Warga menggunakan masker saat belanja di pasar tradisional Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (17/9). Warga yang tak memiliki keperluan penting diserukan untuk tetap di rumah untuk menurunkan risiko tertular Covid-19.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Dokter paru ingatkan klaster keluarga muncul akibat penularan Covid-19 di luar rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengimbau masyarakat tetap beraktivitas, bekerja, dan belajar di dalam rumah di tengah lonjakan kasus Covid-19. Ia mengingatkan, angka kasus Covid-19 masih terus bertambah.

"Jadi stay at home menjadi salah satu hal yang harus kita ingatkan kepada keluarga kita," kata Ketua PDPI Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K) dalam konferensi pers bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta, Jumat.

Agus berharap masyarakat dapat mengingatkan kepada anggota keluarganya untuk sebisa mungkin beraktivitas di rumah karena potensi penularan Covid-19 muncul ketika ada kontak dengan orang sakit di lingkungan luar rumah. Bepergian ke pusat-pusat perbelanjaan, misalnya, berpotens membuat orang tertular. Oleh karena itu, ia menyarankan kalau tidak ada hal yang penting, tidak beraktivitas di luar rumah.

Agus mengatakan klaster baru penularan Covid-19 di dalam keluarga juga awal mulanya disebabkan oleh adanya penularan di luar rumah karena tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Ia pun mengimbau bagi orang-orang yang terpaksa sekali harus beraktivitas atau bekerja di luar rumah atau kantor sebaiknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna mencegah potensi penularan Covid-19.

"Maka yang terpenting adalah menjalankan protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang sudah sering kita gaungkan. Kita harus menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan secara teratur sebelum menyentuh area muka," ujarnya.

Protokol kesehatan tersebut, menurut Agus, menjadi suatu kewajiban, saat beraktivitas di luar rumah, termasuk ketika harus bekerja di kantor. Kemudian, saat sampai di rumah, masyarakat juga diimbau untuk mensterilkan barang-barang yang dibawa sebelum masuk ke dalam rumah, kemudian menaruh baju yang telah dipakai ke tempat cucian dan mandi untuk membersihkan dari dari virus yang menempel.

"Setelah semuanya bersih baru kita bisa bertemu dengan keluarga," kata Agus.

Protokol kesehatan masuk rumah itu, wajib dilakukan untuk memastikan bahwa seseorang tidak membawa masuk potensi virus ke dalam rumah dan menularkannya kepada anggota keluarga yang lain. Jika masyarakat masih belum yakin telah steril saat masuk ke dalam rumah, maka mereka diimbau untuk tetap menggunakan masker walau di dalam rumah dan menerapkan protokol kesehatan lainnya.

"Itupun kita harus tetap waspada, terutama pada kelompok-kelompok yang rentan," katanya.

Agus menyerukan orang yang beraktivitas di luar rumah untuk tetap memakai masker selama berkontak dengan keluarga yang rentan meski di dalam rumah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA