Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Dokter Sebut Anak Berpotensi Jadi Super Spreader Covid-19

Sabtu 19 Sep 2020 03:33 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Perlindungan anak (ilustrasi).

Perlindungan anak (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Anak memiliki imunitas yang umumnya bagus sehingga berpotensi menjadi asymptomatis.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, Setya Dipayana menuturkan anak memiliki kekebalan tubuh (imunitas) yang bagus untuk melawan Covid-19. Namun disi lain juga bisa menjadi penyebar.

Lantaran imunitas anak yang umumnya bagus, kemungkinannya justru menjadikan anak sebagai asymptomatis. Yakni anak telah terpapar Covid-19 namun tidak menimbulkan gejala apa-apa karena mereka kebal.

Akan tetapi ketika mereka berdekatan dengan orang yang kekebalannnya menurun atau orang tua, maka mereka bisa menjadi penular. "Anak- anak bisa disebut super spreader (penyebar super, red)," jelasnya.

Anak- anak juga bisa menjadi carrier (pembawa). Dia bisa menyebarkan ke mana pun tanpa terdeteksi. "Namun keluarga sekarang sering bilang anaknya tidak usah dicek karena merasa kasihan. Padahal kita tahu, ia bisa menjadi penyebar," lanjutnya.

Menurut dia, semua orang harus sadar dengan membuat adaptasi pada kebiasaan baru bagaimana agar penularan itu tidak terjadi. Termasuk dalam mengedukasi kepada anak.

Caranya seperti yang sudah dianjurkan Pemerintah, membiasakan anak- anak mencuci tangan, mengenakan masker, dan selalu menjaga jarak dan tidak berkerumun. Maka orang tua harus memberikan edukasi yang jelas dengan bahasa yang mengena kepada anak- anak.

"Misal berikan pengertian jangan saling tukar masker hanya karena gambar maskernya lebih menarik seperti Doraemon atau gambar lainnya," ucap Setya.

Di lain pihak, Setya sepakat karena pandemi Covid-19 masih terus menyebar, maka sebaiknya pembalajaran secara tatap muka sementara diditiadakan. Namun jika memang banyak masyarakat menghendaki, maka belajar tatap buka bisa dilangsungkan namun harus dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dan di daerah hijau.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA