Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Empat Helikopter Dikerahkan untuk Evakuasi Crew Heli PT NUH

Sabtu 19 Sep 2020 00:06 WIB

Red: Agus Yulianto

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Kamal.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Kamal.

Foto: Antara
Helikopter PT NUH mendarat darurat di ketinggian 4.700 feet (bukan dpl-red).

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Empat helikopter akan dikerahkan dalam proses evakuasi crew helikopter milik PT Nasional Utility Helicopter (NUH) yang mendarat darurat di pedalaman wilayah Paniai. Kepala Basarnas Biak Gusti Anwar Mulyadi mengaku, keempat helikopter yang akan dikerahkan itu di antaranya milik TNI-AL, heli One Air, heli Lama dan helikopter Airfast.

"Posisi keempat helikopter itu tersebar di Sorong, Timika dan Enarotali," kata Gusti, Jumat (18/9).

Namun, dia mengakui, evakuasi belum bisa dilakukan karena cuaca jelek di sekitar TKP. Belum diketahui kondisi ketiga crew, yakni Capt. Endy Nawalaga, Capt. Erik Kurniawan, dan crew M Aswar Jamal yang helikopter-nya mendarat darurat di ketinggian 4.700 feet (bukan dpl-red).

"Mudah-mudahan Sabtu (19/9) cuaca bersahabat, sehingga evakuasi berjalan lancar," harap Gusti yang mengaku saat ini sudah berada di Nabire untuk memimpin langsung evakuasi.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal menambahkan, dari laporan yang diterima terungkap helikopter PT NUH dengan nomor penerbangan PK-USS ditemukan pada koordinat S 03° 34.220' dan E 136° 09.623' posisi crashed into rugged stream in basin (di cekungan aliran sungai), roughly 4700 fts, rugged terrain, no area to land.

"Selain itu, terlihat crew memberikan tanda-tanda permintaan pertolongan dengan menggunakan lambaian kain merah dan itu terlihat saat helikopter milik PT Intan Angkasa Air Services registrasi PK-IWV take off dari Bandara Enarotali melihat tanda yang diberikan," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA