Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Pelaku Mutilasi Siapkan Lubang di Belakang Rumah

Jumat 18 Sep 2020 17:54 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Esthi Maharani

Ilustrasi Garis Polisi

Ilustrasi Garis Polisi

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Pelaku telah menyiapkan sebuah lubang di rumah untuk mengubur jasad korban

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepasang kekasih yang melakukan pembunuhan dan mutilasi terhadap RHW (32 tahun) diketahui telah menyiapkan sebuah lubang di rumah yang mereka sewa di Cimanggis, Depok, Jawa Barat untuk mengubur jasad korban. Lubang itu berada di belakang rumah.

Hal itu terungkap saat pelaksanaan rekonstruksi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/9). Tersangka DAF dan LAS telah menggali sebuah lubang di belakang rumah untuk menguburkan jasad korban.

"Adegan 37, di Perumahan Permata, Cimanggis, mereka sudah menyiapkan sebuah lubang. Posisi galian lubang ada di belakang rumah untuk mengubur korban," kata seorang penyidik saat proses rekonstruksi.

Selain telah menyiapkan lubang galian, kedua tersangka juga diketahui membeli satu sak semen dan sendok semen yang hendak digunakan untuk menghilangkan jejak pembunuhan mereka. Peralatan itu dibeli keduanya di sebuah toko bangunan di wilayah Tapos, Depok, Jawa Barat.

Awalnya, tersangka LAS berkenalan dengan korban melalui aplikasi pencarian jodoh, Tinder. Tersangka DAF dan LAS mengetahui bahwa korban cukup kaya kemudian merencanakan pembunuhan lantaran ingin menguasai harta benda milik RHW.

Tersangka LAS dan korban pun membuat janji temu di sebuah apartemen di wilayah Pasar Baru, Jakarta Pusat pada tanggal 7 September 2020. Selanjutnya, pada tanggal 9 September 2020, tanpa sepengetahuan korban, tersangka DAF bersembunyi di dalam kamar mandi apartemen yang disewa korban.

Saat korban sedang berhubungan intim dengan tersangka LAS, tersangka DAF membunuh korban dengan cara memukul kepalanya menggunakan batu bata sebanyak tiga kali dan menusuknya dengan pisau sebanyak tujuh kali.

Selanjutnya, kedua tersangka memutilasi tubuh korban menjadi 11 bagian agar mudah dipindahkan. Potongan-potongan tubuh korban itu dibungkus kantong plastik dan ditaruh di dalam dua koper serta satu ransel.

Korban diketahui menghilang sejak tanggal 9 September 2020. Setelah beberapa hari tidak ada kabar dari korban, pihak keluarga korban pun membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada tanggal 12 September 2020. Namun, korban akhirnya ditemukan meninggal dunia di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA