Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Mendag: Bisnis Warabala Populer di Indonesia

Jumat 18 Sep 2020 17:50 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi

Waralaba (ilustrasi). Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai bisnis waralaba menjadi tren di Tanah Air.

Waralaba (ilustrasi). Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai bisnis waralaba menjadi tren di Tanah Air.

Foto: Nonang/Republika
Waralaba terbukti memberikan keuntungan sekaligus mengurangi risiko kegagalan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, bisnis waralaba terus meningkat di Indonesia. Bisnis tersebut dinilai telah menjadi tren di Tanah Air.

"Kita lihat sistem pemasaran waralaba sudah menjadi pilihan usaha populer di Indonesia," ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam pembukaan pameran lisensi dan waralaba yang digelar secara virtual, Jumat (18/9).

Menurutnya, warabala merupakan salah satu usaha yang sudah terbukti memberikan keuntungan sekaligus mengurangi risiko kegagalan. Waralaba sudah menjadi entitas bisnis bagi masyarakat yang ingin investasi usaha di sektor riil. Sebab, waralaba lokal bermunculan dan mudah ditemui baik di pusat bisnis perkotaan dan pedesaan.

Baca Juga

"Ini memberikan bukti waralaba lokal telah berhasil bertransformasi dalam hal standarisasi manajemen perusahaan produk. Peningkatan kepuasan pelayanan kepada pelangga dan bisa diterima secara luas oleh masyarakat," ujar Agus.

Kemendag mencatat kini terdapat sekitar 81.441 gerai industri waralaba di Indonesia, diharapkan bisa mendorong perekonomian Indonesia. "Ada 81.441 gerai dari pelaku usaha di Indonesia yang menjalankan usaha dengan sistem waralaba dan sistem potensial waralaba," kata dia.

Kementerian pun mendorong kerja sama antara pelaku waralaba dengan platform digital. Tujuannya supaya bisa meningkatkan pelayanan.

"Terintegrasi dengan ekosistem digital atau e-commerce dapat membantu sekaligus memudahkan konsumen," kata Agus. Ia mencontohkan, pelaku waralaba bisa bersinergi dengan Gojek.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA