Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Rasialisme Anti-Muslim Meningkat di Jerman

Jumat 18 Sep 2020 17:26 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Ani Nursalikah

Rasialisme Anti-Muslim Meningkat di Jerman. Muslimah Jerman berunjuk rasa di Hamburg, Jerman.

Rasialisme Anti-Muslim Meningkat di Jerman. Muslimah Jerman berunjuk rasa di Hamburg, Jerman.

Foto: Daniel Bockwoldt/EPA
Muslim Jerman kerap diperlakukan secara diskriminatif.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Ranna Tanriverdi begitu mencintai Jerman, terutama Kota Berlin. Tapi, ia merasa tak diizinkan mencintai negeri itu.

Tanriverdi adalah mahasiswi di sebuah universitas di Kota Berlin, Jerman. Ia adalah seorang Muslim sebagaimana 4,5 juta warga Jerman lainnya. Namun, ia mengaku kerap diperlakukan secara diskriminatif.

Melansir laporan media Jerman, Deutsche Welle, Jumat (18/9), serangan terhadap Muslim memang meningkat di negara itu selama beberapa tahun terakhir. Tahun lalu saja, 10 Muslim tewas dan lima luka-luka akibat serangan rasialis di Kota Hanau.

Baca Juga

"Ketika kejadian seperti itu terjadi, saya bahkan hampir tidak terkejut lagi. Ini menyedihkan dan mengerikan," kata Tanriverdi.

Namun demikian, kata peneliti, tindakan anti-Muslim ternyata juga dirasakan oleh mereka yang bukan Islam. Sebab, serangan atau diskriminatif itu hanya berbasiskan penilaian kasat mata saja.

"Sebagai contoh, bahasa yang digunakan, nama, penampilan, warna rambut, apakah dia menggunakan hijab atau tidak. Dan ini berdampak terhadap banyak orang lebih dari yang Anda kira. Sebab ini tidak hanya keterkaitan individu terhadap Islam tetapi bagaimana orang lain menilai dirinya" kata Sevinc Kuzuoglu, peneliti tentang rasialisme anti-Muslim.

Penilaian diskriminatif semacam itu memang sudah dilihat Tanriverdi sejak kecil. Suatu ketika, saat ia masih kelas enam, gurunya mengajak para murid mengunjungi rumah sakit setempat. Di sana, ibu Tanriverdi bekerja sebagai dokter.

"Ketika kami sampai di sana, guru menunjukkan berbagai jenis pekerjaan, seperti dokter, perawat, dan cleaning service. Ketika guruku menunjuk cleaning service, ia menunjuk ibuku yang sedang berjalan di koridor," ujar Tanriverdi.

Kini, ia tak ingin generasi muda Jerman yang Muslim merasakan hal sama. Ia bakal melawan rasialisme di Jerman. Ia ingin generasi muda Muslim bisa mencintai Jerman tanpa didiskriminasi.

https://www.dw.com/en/anti-muslim-racism-on-the-rise-in-germany/av-54969833

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA