Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

MTQ Kepri Dijaga 200 Personel Satgas Gabungan

Jumat 18 Sep 2020 17:35 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Gelaran MTQ (Ilustrasi).

Gelaran MTQ (Ilustrasi).

Foto: Dok Republika
Tidak akan ada 'Pawai Ta'ruf' untuk mencegah penularan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG - Sebanyak 200 orang petugas gabungan mengikuti apel siaga mencegah penularan COVID-19 dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2020 di lapangan yang berada dekat Gedung Daerah dan Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Jumat (18/9). Rencananya, MTQ tahun ini akan digelar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sekretaris Daerah Kepri Tengku Arif Fadillah memimpin apel siaga tersebut sekaligus memberikan pengarahan kepada para petugas. Petugas gabungan itu terdiri atas anggota TNI dan Polri, Satpol Pamong Praja dan anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Seluruh petugas telah diperiksa kesehatannya dengan menggunakan metode pemeriksaan cepat (rapid test). "Baru-baru ini saya juga tes usap (swab), hasilnya negatif," kata Sekda.

Arif mengatakanm seluruh petugas mengawasi pelaksanaan "Malam Ta'ruf" yang dilaksanakan malam nanti Kemudian mereka juga mengawasi penyelenggaraan MTQ mulai 19-24 September 2020.

"Di ajang MTQKepri 2020 ini tidak ada 'Pawai Ta'ruf' untuk mencegah penularan Covid-19," katanya.

Petugas akan bersikap humanis dalam penegakan protokol kesehatan selama pelaksanaan MTQ. Teguran yang disampaikan petugas terhadap peserta maupun tamu undangan diharapkan dipatuhi untuk kepentingan bersama.

"Seluruh petugas akan mengawasi dsn menegur secara halus terhadap siapa saja yang melanggar protokol kesehatan," katanya.

Iamengatakan jumlah tamu undangan dibatasi agar menjaga jarak fisik sekitar dua meter dapat diterapkan. Jumlah peserta dan tamu undangan dalam kegiatan tersebut sekitar 1.200 orang. Sementara kapasitas lapangan dan bangunan MTQ mencapai tiga ribu orang.

"Kami berharap pelaksanaan MTQ ini tidak menimbulkan permasalahan kesehatan. Jangan sampai muncul klaster baru," demikian Tengku Arif Fadillah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA