Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Sejumlah Desa 10 Kecamatan Purwakarta Rawan Kekeringan

Jumat 18 Sep 2020 16:36 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Friska Yolandha

Di Kabupaten Purwakarta, ada sejumlah wilayah yang rawan kekeringan pada musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta memetakan willayah yang rawan kekeringan berdasarkan yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Di Kabupaten Purwakarta, ada sejumlah wilayah yang rawan kekeringan pada musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta memetakan willayah yang rawan kekeringan berdasarkan yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Kekurangan air bersih jadi persoalan yang membayangi pada musim kering.

REPUBLIKA.CO.ID, Di Kabupaten Purwakarta, ada sejumlah wilayah yang rawan kekeringan pada musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta memetakan willayah yang rawan kekeringan berdasarkan yang terjadi pada tahun sebelumnya. 

Dari hasil pemetaan jajarannya, sampai saat ini ada puluhan desa yang rawan kekeringan. Desa-desa ini, tersebar di 10 kecamatan yang ada. 

"Di antaranya, di Kecamatan Campaka, Cibatu, Bungursari, Tegalwaru, Maniis, Plered, dan sebagian wilayah di Kecamatan Purwakarta kota,” kata Kepala DPKPB Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono, baru-baru ini.

Baca Juga

Wibi mengatakan pada musim kemarau, kekurangan air bersih menjadi salah satu persoalan yang acap kali menghantui sebagian besar masyarakat di wilayahnya saat musim kemarau tiba. Karena menyangkut kebutuhan air bersih masyarakat.

Menurutnya, bagi warga yang mulai merasakan dampak kemarau dengan kekeringan maka diharapkan melapor. Pihaknya siap menyalurkan air bersih bagi warga yang kesulitan air bersih. DPKPB akan berkoordinasi dengan PDAM untuk menyalurkan air bersih.

"Jadi, warga tak perlu khawatir kekurangan air bersih saat kemarau ini. Kami siap membantu," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA