Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Dekransda Jabar Dukung UMKM Berkembang di Tengah Pandemi

Jumat 18 Sep 2020 16:25 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil (tengah) mengatakan, Dekranasda mendukung berbagai hal bagi pengembangan pelaku UMKM.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil (tengah) mengatakan, Dekranasda mendukung berbagai hal bagi pengembangan pelaku UMKM.

Foto: Istimewa
UMKM dapat terus tumbuh dan berkembang melalui pemanfaatan teknologi di era digital.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sorotan, karena ketangguhaannya melewati masa pandemi covid-19, bahkan turut membangkitkan perekonomian yang sempat terpuruk. Perkembangan UMKM ini harus terus didukung oleh berbagai pihak seperti pemerintahan maupun pihak swasta.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil mengatakan, Dekranasda mendukung berbagai hal bagi pengembangan pelaku UMKM. Namun, di tengah pandemi saat ini, program pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan seperti biasanya dengan mengadakan pertemuan, acara pameran, dan lain-lain.

Meski demikian, kata dia, hal tersebut tidak menjadi sebuah halangan karena UMKM dapat terus tumbuh dan berkembang melalui pemanfaatan teknologi di era digital. “Kerajinan dan produk Jawa Barat perlu didukung dengan sepenuh hati, sehingga diperlukan kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah, untuk mempromosikan produk unggulan Jawa Barat dan memajukan UKM,” ujar Atalia, saat menjadi salah satu narasumber di tayangan inspiratif “Cerita JONI” pada Kamis, malam (17/9) di kanal youtube JNE.

Atalia mengatakan, berdasarkan data resmi pemerintah, banyak sektor yang tertekan di masa covid-19. Di antaranya restoran, hotel, dan penerbangan. Namun, kata dia, ada sektor yang relatif stabil yakni logistik, peternakan, perikanan dan pertanian. Sementara sektor yang menanjak yakni makanan, alat kesehatan pribadi, vitamin, dan alat olah raga.

Menurutnya, Dekranasda sejalan dengan JNE yang menyediakan ruang kreatifitas bagi UKM. Kini, Dekranasda juga telah meresmikan Kerabat Store (Kerajinan Jawa Barat Store) dengan beragam produk kreatif dari Jawa Barat) yang mulai dapat digunakan oleh UKM sejak Januari lalu.

“Senang sekali ketika JNE juga perduli kepada UKM, karena kita tidak bisa sendiri, permasalahan dari pelaku usaha sebetulnya selalu modal, bahan baku, termasuk juga tentang pendistribusian. Namun pelaku usaha tidak perlu khawatir karena ada JNE di dalamnya," papar Atalia.

Sementara menurut Kepala Cabang JNE Bandung, Iyus Rustandi, di tengah pandemi, logistik diberi keleluasaan untuk tetap bergerak dan mendapatkan rekomendasi dari kominfo agar tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini dilakukan, kata dia, salah satunya agar pendistribusiaan bagi para pelaku UMKM tetap dapat dilakukan secara maksimal dan roda perekonomian pun dapat terbantu. Iyus mengatakan, JNE terus berkomitmen dalam pengembangan UMKM dengan berabagai program serta layanan yang dihadirkan.

Pelaku UMKM juga diajak bergabung di PESONA (Pesanan Oleh – Oleh Nusantara) yang merupakan salah satu platform food e-commerce untuk memberikan wadah UMKM memasarkan produknya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA