Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Penyelenggara Liga Inggris Minta Penonton Bisa ke Stadion

Jumat 18 Sep 2020 16:06 WIB

Red: Muhammad Akbar

Logo Liga Primer Inggris

Logo Liga Primer Inggris

Foto: premierleague.com
klub menelan kerugian hingga 700 juta poundsterling bila pertandingan tertutup

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER — Pengelola Liga Primer Inggris (EPL) mendesak  pemerintah Inggris agar tetap berkomitmen terhadap rencananya terkait jadwal para suporter diizinkan datang ke stadion secara bertahap mulai 1 Oktober.

Pemerintah pekan lalu membatasi 1.000 penonton di tiap laga pembukaan Liga Inggris musim ini setelah lonjakan kasus COVID-19, dan mengatakan akan meninjau tanggal para suporter bisa datang ke stadion.

EPL dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa klub tetap berkomitmen untuk memastikan stadion akan menjadi lingkungan yang aman bagi para suporter.

"Klub-klub akan mengadopsi berbagai standar umum, yang akan membantu memberikan lingkungan yang aman bagi para penggemar di seluruh Liga," tulis EPL yang dikutip Reuters, Jumat (18/9).

Liga Inggris telah bermain tanpa penonton sejak kompetisi dilanjutkan musim lalu pada Juni akibat pandemi virus corona.

EPL telah menulis surat kepada pemerintah yang mengatakan bahwa klub-klub menelan kerugian hingga 700 juta poundsterling (sekitar Rp13 triliun) bila pertandingan terus diadakan secara tertutup.

"Klub menegaskan kembali bahwa hilangnya pendapatan di hari pertandingan memiliki dampak yang signifikan di seluruh Liga serta pada piramida sepak bola dan ekonomi lokal serta nasional."

"Dengan mempertimbangkan standar keamanan tinggi yang akan ditetapkan oleh Liga Premier bekerja sama dengan otoritas publik yang relevan, Liga dan klub mendesak Pemerintah untuk tetap berkomitmen pada 1 Oktober terkait jadwal kembalinya penggemar ke tempat olahraga secara terkendali."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA