Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Kena Covid-19, Mayoritas Ibu Hamil tak Bergejala

Jumat 18 Sep 2020 14:41 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Ibu hamil (Ilustrasi). CDC AS menyarankan ibu hamil untuk menghindari kontak dekat dengan orang positif Covid-19.

Ibu hamil (Ilustrasi). CDC AS menyarankan ibu hamil untuk menghindari kontak dekat dengan orang positif Covid-19.

Foto: Pixabay
16 persen ibu hamil positif Covid-19 yang bergejala membutuhkan perawatan intensif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus Covid-19 tak bergejala tampak cukup banyak ditemukan pada ibu hamil. Lebih dari setengah ibu hamil yang terkena Covid-19 merupakan pasien asimtomatik atau tak bergejala.

Data ini dipublikasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Rabu lalu. Data ini memuat dua laporan terkait kehamilan dan Covid-19.

Salah satu laporan memuat data mengenai 598 ibu hamil yang terkena Covid-19 dan dirawat di rumah sakit. Sekitar 55 persen dari ibu hamil tersebut tidak menunjukkan gejala saat pertama kali diterima di rumah sakit.

"Aturan pengetesan (Covid-19) berdasarkan keberadaan gejala dapat melewatkan banyak kasus infeksi SARS-CoV-2 selama kehamilan," pungkas CDC, seperti dilansir Fox News.

Masih dalam studi yang sama, 16 persen ibu hamil positif Covid-19 yang menunjukkan gejala membutuhkan perawatan intensif. Hampir 9 persen dari ibu hamil tersebut membutuhkan bantuan ventilator. Dua dari ibu hamil penderita Covid-19 pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kondisi seperti ini tidak ditemukan pada ibu hamil penderita Covid-19 yang asimtomatik. Selain itu, gejala paling umum yang ditemukan pada ibu hamil penderita Covid-19 adalah demam, panas-dingin, dan batuk.

Kasus keguguran ditemukan baik pada ibu hamil penderita Covid-19 yang asimtomatik maupun yang bergejala. Kasus keguguran ini mencapai 2 persen dari total kehamilan ibu hamil yang bergejala dan asimtomatik.

Di sisi lain, kelahiran bayi prematur hampir tiga kali lebih sering terjadi pada ibu hamil yang asimtomatik. Perbandingan kelahiran bayi prematur pada ibu hamil asimtomatik dengan ibu hamil bergejala adalah 23 persen dan 8 persen.

Laporan kedua yang dipublikasikan CDC bahkan menunjukkan persentase kasus asimtomatik yang lebih besar pada ibu hamil penderita Covid-19. Sebanyak 81 persen atau 50 dari 62 ibu hamil penderita Covid yang dirawat di rumah sakit karena alasan kehamilan tidak bergejala.

Sekitar 30 persen ibu hamil bergejala yang dirawat karena Covid-19 membutuhkan perawatan intensif. Sebanyak 14 persen di antaranya membutuhkan bantuan ventilator, dan satu dari ibu hamil tersebut meninggal karena Covid-19.

Prevalensi obesitas pra kehamilan dan diabetes gestasional juga tampak lebih tinggi ada ibu hamil yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19, dibandingkan dirawat karena alasan kehamilan.

Bila dibandingkan dengan data dari Vaccine Safety Datalink (VSD), prevalensi kelahiran prematur pada ibu hamil dengan Covid-19 hampir 70 persen lebih tinggi dibandingkan rasio baseline selama periode Maret hingga 30 Mei. Prevalensi bayi lahir mati juga lebih dari empat kali lipat lebih tinggi pada ibu hamil dengan Covid-19.

Berdasarkan temuan ini, CDC menyarankan ibu hamil untuk menghindari kontak dekat dengan orang terinfeksi virus corona. Ibu hamil juga disarankan untuk selalu menjaga jarak minimal enam kaki dari orang-orang yang tidak tinggal satu rumah dengannya. Tentu ibu hamil juga disarankan mematuhi berbagai protokol kesehatan lain, seperti memakai masker dan menjaga kebersihan tangan.

CDC juga menganjurkan pengetesan pada bayi yang lahir dari ibu penderita Covid-19. CDC juga menyarankan untuk mengisolasi ibu penderita Covid-19 dan bayi yang dilahirkan dari ibu dan bayi baru lahir lainnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA