Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

4 Hal yang Harus Dihindari Saat Mengajukan Pinjaman Online

Jumat 18 Sep 2020 13:02 WIB

Red: Gita Amanda

Beberapa hal harus diperhatikan jika akan melakukan pinjaman online.

Beberapa hal harus diperhatikan jika akan melakukan pinjaman online.

Foto: Republika/Wihdan
Jika terdaftar dan mengantongi izin berarti lembaga tersebut legal dapat dipercaya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Munculnya layanan pinjaman dana secara online memang membuka peluang bagi masyarakat untuk bisa mengembangkan kondisi ekonominya. Bayangkan saja, dahulu, mengajukan pinjaman di bank maupun koperasi memiliki persyaratan yang banyak dan menyulitkan. Belum lagi adanya kewajiban memberikan jaminan berupa aset sebagai persyaratan agar pengajuan pinjaman disetujui.

Hal ini tentu membuat banyak orang tidak memiliki akses untuk bisa mengajukan pinjaman dana. Padahal, melalui pinjaman dana, seseorang bisa saja menggunakannya untuk berbisnis dan menambah sumber pemasukan. Nah, masalah inilah yang kini fintech dan lembaga keuangan modern coba untuk tumpaskan.

Melalui layanan pinjaman dana online, siapa saja kini bisa mengajukan pinjaman tanpa harus memenuhi persyaratan yang sulit. Bahkan, tanpa agunan dan dilakukan melalui layar smartphone, dana pinjaman online bisa langsung berada di tangan dan digunakan sesuai kebutuhan.

Akan tetapi, di balik kemudahan tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu digaris bawahi saat akan menggunakan layanan pinjaman online. Semua hal ini penting untuk dipahami agar pengajuan layanan tersebut dapat lebih mudah disetujui dan tidak merugikan Anda sebagai pihak yang meminjam.

Apa saja? Nah, tanpa panjang lebar lagi, inilah empat hal yang wajib Anda hindari saat akan mengajukan pinjaman dana via online.

1. Terburu-buru memilih layanan

Setiap produk keuangan yang ditawarkan oleh bank ataupun fintech, termasuk pinjaman online, pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak ada satu layanan pun yang benar-benar bisa mengungguli layanan lainnya. Oleh karena itu, jangan terburu-buru dalam memilih layanan pinjaman online dan pilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Ada baiknya untuk selalu membandingkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh penyedia layanan pinjaman online. Bisa saja ada pinjaman online yang memiliki suku bunga sedikit lebih tinggi, namun terbebas dari biaya admin ataupun biaya tambahan lainnya yang jika diperhitungkan kembali lebih menguntungkan.

Terburu-buru dalam memilih layanan juga perlu dihindari karena saat ini banyak kredit online ilegal yang seringkali membebani penggunanya dengan bunga yang amat besar dan banyak biaya tambahan yang tersembunyi. Untuk melihat legalitas dari sebuah fintech atau layanan pinjaman online, Anda bisa mengunjungi situs OJK dan melihat status usahanya.

Jika terdaftar atau telah mengantongi izin usaha, berarti layanan yang diberikan oleh lembaga tersebut legal dan dapat dipercaya. Kemudian, Anda hanya tinggal membandingkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh lembaga keuangan tepercaya tersebut dan pilih yang sesuai dengan kebutuhan.

2. Asal mengajukan besaran pinjaman

Besaran pinjaman memiliki pengaruh besar pada jumlah cicilan yang nantinya harus Anda bayar setiap bulannya. Semakin besar jumlah pinjaman online yang diajukan, semakin besar pula tagihan yang akan diterima di penghujung bulan.

Idealnya, hanya ajukan pinjaman yang memiliki jumlah cicilan kurang dari 30 persen pendapatan bulanan Anda. Hitungan ini termasuk jumlah utang lainnya jika ada. Dalam kata lain, usahakan total kumulatif tagihan dari seluruh utang yang Anda miliki setelah mengajukan pinjaman online ini masih berada di bawah 30 persen pendapatan agar kondisi keuangan tetap kondusif.

3. Tidak menggunakan data pribadi yang benar

Sebagai syarat pengajuan pinjaman online, lembaga yang bersangkutan akan meminta Anda untuk memberikan sejumlah informasi pribadi. Sebagai contoh, saat Anda mengajukan pinjaman online di Indodana, data dan dokumen yang diminta adalah KTP, NPWP, dan akun internet banking atau BPJS saja. Nah, dalam memberikan dokumen tersebut, pastikan informasi yang tercantum adalah data yang sebenar-benarnya.

Selain agar pengajuan pinjaman bisa lebih mudah diverifikasi, memberikan data diri yang benar juga dapat menghindarkan Anda dari tindak kriminal. Pasalnya, secara sengaja melakukan pemalsuan informasi diri termasuk sebagai tindakan yang menyalahi hukum dan bisa saja menyeret pelakunya ke balik jeruji besi. Oleh sebab itu, pastikan informasi yang Anda berikan saat mengajukan pinjaman online adalah data yang benar.

Tetap waspada dan manfaatkan layanan pinjaman online seperlunya

Pada dasarnya, layanan pinjaman online ini muncul karena keluhan masyarakat yang kesulitan mengajukan pinjaman di lembaga keuangan konvensional. Meski memiliki syarat yang jauh lebih mudah, ada beberapa hal yang harus dihindari agar layanan tersebut dapat memberikan manfaat yang optimal. Tidak hanya itu, tetap waspada dalam memilih layanan pinjaman online dan hanya memanfaatkannya sesuai kebutuhan saja.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA