Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Antisipasi Resesi, Pemerintah Perlu Gencarkan Bansos

Kamis 17 Sep 2020 15:37 WIB

Red: Friska Yolandha

Warga bermain dengan latar belakang gedung-gedung di kawasan Menteng Pulo, Jakarta, Rabu (16/9).  Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Izzudin Al Farras menyarankan pemerintah lebih menggencarkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat rentan miskin serta miskin sebagai antisipasi ancaman resesi ekonomi.

Warga bermain dengan latar belakang gedung-gedung di kawasan Menteng Pulo, Jakarta, Rabu (16/9). Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Izzudin Al Farras menyarankan pemerintah lebih menggencarkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat rentan miskin serta miskin sebagai antisipasi ancaman resesi ekonomi.

Foto: Republika/Thoudy Badai
Dengan adanya PSBB jilid dua, risiko resesi membesar jika tidak ada langkah bantuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Izzudin Al Farras menyarankan pemerintah lebih menggencarkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat rentan miskin serta miskin sebagai antisipasi ancaman resesi ekonomi. Ancaman resesi merupakan hal yang tidak terhindarkan dan berpeluang besar menimpa seluruh negara

"Bantuan sosial harus lebih ditingkatkan kepada masyarakat miskin dan rentan," ujar Farras dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut dia, ancaman resesi merupakan hal yang tidak terhindarkan dan berpeluang besar menimpa seluruh negara di dunia selama pandemi Covid-19 masih melanda. Oleh karena itu, hal yang perlu diantisipasi oleh pemerintah adalah mengurangi dampak resesi ekonomi tersebut kepada masyarakat menengah ke bawah dan miskin, mengingat sejak pembatasaansosial berskala besar (PSBB) jilid pertama sudah banyak masyarakat rentan yang jatuh ke jurang kemiskinan.

Baca Juga

Dengan demikian, terdapat kemungkinan masyarakat miskin di Indonesia semakin bertambah akibat risiko resesi. Terlebih lagi dengan adanya PSBB jilid kedua, kondisi akan memburuk jika tidak terdapat langkah membantu mereka.

"Terdapat puluhan juta masyarakat rentan di Indonesia yang dengan adanya pandemi Covid-19 menimbulkan risiko besar kepada mereka untuk jatuh ke jurang kemiskinan," katanya.

Farras juga menambahkan pemerintah perlu melakukan pembaruan dan terus meningkatkan data para penerima bantuan sosial atau lainnya selama Covid-19. Dengan adanya pembaruan data penerima bantuan sosial tersebut, maka ini akan semakin membantu penyaluran bantuan secara tepat sasaran kepada masyarakat rentan miskin dan miskin.

"Hal ini tentunya dapat dianggap sebagai langkah antisipasi pemerintah untuk meminimalisasi dampak ancaman resesi ekonomi kepada masyarakat, terutama kepada masyarakat menengah ke bawah serta rentan di Indonesia," kata Farras.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA