Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Memutar Ulang, Abah Alwi dan Kisah Pulau Onrust 2010

Kamis 17 Sep 2020 11:05 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Sadly Rachman

Wartawan senior Republika, Alwi Shahab

Foto: Republika/Musiron
EMBED
Program video Republika Online Bincang Bareng Abah tahun 2010.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wilayah kepulauan seribu yang secara geografis berupa gugusan pulau ini terletak di sebelah Utara Teluk Jakarta. Luas wilayah yang dimiliki Kepulauan Seribu mencapai 897,71 hektar, termasuk wilayah perairan mencapai 6.997,50 Km2. Kepulauan seribu secara administratif masuk ke dalam wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dengan nama resmi Kabupaten Kepulauan Seribu.

Meski pamor kepulauan seribu sebagai objek wisata tidak mendunia. Kawasan ini menyimpan sejuta pesona. Tercatat beberapa pulau dari kawasan ini telah menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Sayangnya, sekalipun telah ditetapkan sebagai taman nasional bahari oleh Pemerintah DKI Jakarta . Perairan dan kondisi beberapa pulau di kawasan ini tampak tidak terawat.

Salah satu contohnya adalah kepulauan onrust. Pulau yang memiliki luas 7,5 hektar ini sejatinya merupakan salah satu daya tarik kepulauan seribu. Di pulau inilah terekam sejarah sebuah era sebelum kolonialisme Belanda menginjakkan kaki di Jakarta. Ironisnya, sama seperti peninggalan sejarah di tanah air lainnya, kondisi peninggalan sejarah di pulau ini begitu memprihatinkan. Ulah tangan-tangan tak bertanggung jawab menjadikan pulau ini kehilangan nilai historis dan identitasnya.

Kekurangan lain yang cukup memprihatinkan adalah akses menuju pulau. Untuk menyeberang ke onrust, anda lebih dahulu harus menuju Muara Kamal ataupun Muara Angke, Jakarta Utara. Melalui kedua tempat ini jarak yang ditempuh jauh lebih singkat ketimbang anda berangkat dari Pantai Marina, Ancol.  Lagipula, jika melalui Pantai Marina, anda tidak mendapatkan perahu khusus menuju ke sana  dan harus menyewa perahu dengan tarif yang cukup mahal.

Untuk menyiasati hal itu, anda bisa menggunakan perahu milik nelayan. Selain murah, tarif yang dikenakan pun bisa ditawar. Untuk sekali perjalanan pulang pergi, anda hanya dikenakan tarif  perorang 30 ribu rupiah.Tentunya, anda jangan berharap mendapatkan fasilitas yang wah.

 

 

Videografer | Agung Sasongko, Sadly Rachman

Video Editor | Sadly Rachman

Dapatkan Update Berita Republika

 
 

BERITA LAINNYA