Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Pemerintah Harus Serius Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Kamis 17 Sep 2020 10:49 WIB

Rep: umar mukhtar/ Red: Hiru Muhammad

Tim pemburu pelanggar protokol kesehatan atau Mobile COVID Hunter mengikuti apel di Alun alun Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (16/9/2020). Tim yang terdiri dari TNI, Polri, Dishub serta Satpol PP tersebut berpatroli menjalankan operasi Yustisi guna memburu dan menegakkkan disiplin para pelanggar protokol kesehatan.

Tim pemburu pelanggar protokol kesehatan atau Mobile COVID Hunter mengikuti apel di Alun alun Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (16/9/2020). Tim yang terdiri dari TNI, Polri, Dishub serta Satpol PP tersebut berpatroli menjalankan operasi Yustisi guna memburu dan menegakkkan disiplin para pelanggar protokol kesehatan.

Foto: Umarul Faruq/ANTARA
Warga yang patuhi protokol kesehatan dengan baik akan menekan penyebaran Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengimbau pemerintah agar secara serius melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas secara masif dan serentak. Sosialisasi ini tentang arti pentingnya bagi masyarakat memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan.

Sosialisasi tersebut, menurut Anwar, yaitu melalui seluruh stasiun televisi dan radio serta media massa lainnya. "Agar tercipta kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan yang ada," tutur dia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (17/9).

Dengan demikian, akan ada kemampuan pada setiap warga masyarakat untuk mengimplementasikan secara baik dan benar protokol kesehatan itu. Karena dengan itulah Indonesia mampu menekan dan menurunkan penularan virus ini secara signifikan. "Sehingga negeri ini  kita harapkan akan bisa keluar dengan cepat dari masalah Covid-19 ini," katanya.

Apalagi, lanjut Anwar, meninggalnya Sekda DKI Jakarta pada Rabu 16 September kemarin akibat Covid-19  benar-benar menyentak dan mengejutkan. "Karena beliau seperti dikatakan bapak Gubernur adalah orang yang tanpa gejala (OTG)," tuturnya.

Karena itu, masalah Covid-19 ini benar-benar bagaikan gunung es apalagi tambahan kasus baru Covid-19 dalam beberapa hari ini per hari sekitar 3.507 kasus di seluruh Indonesia dan angka kematian akibat Covid-19 diperkirakan dalam beberapa hari ke depan akan bisa menembus angka 9.000 jiwa dan di akhir bulan September bisa mencapai angka 10 ribu jiwa.

"Ini jelas-jelas sangat menyedihkan hati kita. Melihat masih tingginya angka kematian dan angka orang yang positif terkena kasus Covid-19 maka MUI mengimbau seluruh warga masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan diri kita masing-masing," katanya.

Jika tidak demikian, papar Anwar, jumlah anggota masyarakat yang terkena kasus Covid-19 akan semakin meningkat dan membesar. Usaha untuk memperkecil risiko adalah dengan membiasakan tiga hal yaitu sering mencuci tangan, selalu memakai masker terutama bila keluar rumah dan selalu menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter.

"Maka masing-masing kita secara pribadi untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain harus bisa membiasakan diri kita dengan ketiga hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari di masa Covid-19 ini," katanya.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA