Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Tanah Longsor Kota Sorong Telan Dua Korban Jiwa

Kamis 17 Sep 2020 10:30 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Warga melintas di dekat lokasi tanah longsor di Sorong, Papua (ilustrasi)

Warga melintas di dekat lokasi tanah longsor di Sorong, Papua (ilustrasi)

Foto: ANTARA/OLHA MULALINDA
Kedua korban meninggal dilaporkan tertimpa material longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bencana tanah longsor yang terjadi di Kota Sorong, Papua Barat, mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Kedua korban dilaporkan tertimpa material longsor. 

Baca Juga

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat melaporkan bahwa pada Rabu malam (16/9) dua warga meninggal dunia dan masih melakukan pendataan di lokasi kejadian," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (17/9).

Tak hanya itu, ia menyebutkan longsor juga merusak satu rumah milik warga. Ia menjelaskan, bencana longsor ini disertai kejadian banjir yang melanda tiga kecamatan. 

Kejadian alam dipicu oleh hujan dengan intesitas sedang hingga tinggi pada Rabu (16/9) pukul 16.00 WIT. Di samping itu, pantaun BPBD setempat menyebutkan struktur tanah yang labil hingga akhirnya mengakibatkan longsoran. Saat kejadian banjir, tinggi muka air beragam antara 10 hingga 100 sentimeter (cm). 

Wilayah ketiga kecamatan di Kota Sorong yang terdampak kejadian tersebut meliputi Kecamatan Sorong (Kelurahan Klademak, Remu Utara), Sorong Utara (Kelurahan Malaingkedi) dan Sorong Manoi (Malabutor). "Rumah-rumah terendam masih dalam pendataan BPBD," katanya.

Menyikapi kejadian tersebut, ia menyebutkan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Sorong  melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan Basarnas, TNI dan Polri untuk evakuasi korban. Lebih lanjut, ia menyebutkan BPBD Kota Sorong telah mengimbau masyarakat yang tinggal dekat lokasi rawan longsor agar selalu waspada dan siaga mengantisipasi kejadian serupa. "Berdasarkan analisis InaRISK, Kota Sorong memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir dan tanah longsor," ujarnya.

Ia menambahkan, sedikitnya ada lima kecamatan yang berada pada kategori sedang hingga tinggi untuk bahaya longsor, dengan luas sekitar 4.717 hektar. Populasi penduduk terpapar di lima kecamatan tersebut berjumlah 5.492 jiwa. 

Terkait cuaca, ia menyebutkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan pada hari ini dan esok (18/9) wilayah Papua Barat berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA