Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

4 Desa Wisata di Temanggung Diguyur Dana Rp 5,5 Miliar

Kamis 17 Sep 2020 08:37 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Desa Wisata. Ilustrasi

Desa Wisata. Ilustrasi

Foto: Yukpiknik
Pandemulyo, Sirkuit Kedungumpul, Sendang Sengon, dan Makukuhan mendapat bantuan dana.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Pengembangan empat wisata desa di kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mendapat kucuran dana dari APBN. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggelontorkan Rp 5,5 miliar untuk pengembangan desa wisata di Temanggung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana menyebutkan empat wisata desa tersebut, yakni Pandemulyo, Sirkuit Kedungumpul, Sendang Sengon, dan wisata religi Makukuhan.

"Pengembangan wisata desa dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini lewat aspirasi teman-teman DPR RI," katanya.

Menurut dia dalam pengembangan wisata desa tersebut sebelumnya memang sudah ada embrio di lokasi tersebut. Ia menyebutkan pengembangan wisata di Desa Pandemulyo Kecamatan Bulu, yaitu revitalisasi Tuk Mulyo berupa pengembangan wisata air yang mengandalkan sumber mata air Tuk Mulyo.

"Program revitalisasi Tuk Mulyo ini dengan nilai anggaran Rp 1,7 miliar dan sekarang masih dalam proses pelaksanaan," katanya.

Kemudian pengembangan Sirkuit Kedungumpul di Desa Kedungumpul, Kecamatan Kandangan senilai Rp 1,6 miliar untuk pengembangan panjang lintasan. Dana itu juga dipakai untuk pembangunan fasilitas penunjang seperti tribun, kamar mandi, dan tempat parkir.

Hendra menuturkan pengembangan wisata desa selanjutnya adalah revitalisasi Sendang Sengon di Desa Banjarsari Kecamatan Ngadirejo senilai Rp 1,1 miliar.

"Kita siapkan tempat parkirnya, memoles bagaimana menyiapkan fasilitas penunjang pengunjung seperti kamar mandi dan sebagainya, membuat jalan setapak di sekeliling Sendang. Kemudian kita siapkan kios juga untuk pemberdayaan masyarakat lokal," katanya.

Kemudian revitalisasi wisata religi Makukuhan di Desa Wonosari, Kecamatan Bulu senilai Rp 1,1 miliar. Dana itu dipakai untuk membangun jalan setapak mengelilingi bukit, membangun tempat istirahat bagi wisatawan, kamar mandi, tempat parkir, mushala, dan sedikit rehabilitasi makam Makukuhan.

"Di sana sudah ada embrio tempat wisata religi Makukuhan yang kemudian juga ada tempat wisata alam yang luar biasa karena Desa Wonosoari ini paling tinggi di antara desa-desa yang ada di sekitarnya sehingga pemandangan luar biasa," katanya.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA