Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

14 Senator AS Dukung India Masuk Negara Bermasalah Toleransi

Rabu 16 Sep 2020 23:18 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Nashih Nashrullah

Sebanyak 14 senator AS menyetujui India masuk daftar negara bermasalah toleransi. Bendera India (Ilustrasi).

Sebanyak 14 senator AS menyetujui India masuk daftar negara bermasalah toleransi. Bendera India (Ilustrasi).

Foto: IST
Sebanyak 14 senator AS menyetujui India masuk daftar negara bermasalah toleransi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Sebanyak 14 Senator Amerika Serikat (AS) melayangkan surat kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo agar melaksanakan rekomendasi komisi federal terkait India. 

Baca Juga

Komisi federal itu diketahui meminta pemerintah memasukkan India ke dalam daftar Negara Kepedulian Khusus (CPC), istilah resmi Pemerintah AS untuk negara-negara pelanggar kebebasan beragama terburuk di dunia. Surat bipartisan yang ditandatangani 10 senator Republik dan empat senator Demokrat itu dikirim ke Pompeo bulan ini.

Jika pemerintah AS memutuskan untuk tidak menerima rekomendasi Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF), maka surat itu mengharuskan Departemen Luar Negeri untuk memberi tahu Kongres alasannya dalam waktu 30 hari sejak keputusan dibuat. 

Tahun lalu, AS menetapkan sembilan negara, termasuk China, Korea Utara, Burma, Pakistan, dan Arab Saudi, sebagai CPC berdasarkan rekomendasi USCIRF. Pada April tahun ini, USCIRF merekomendasikan penambahan sembilan negara lagi, termasuk India. 

"Bangsa kita didirikan dengan prinsip bahwa semua orang memiliki hak untuk secara bebas menjalankan keyakinan pilihan mereka, tanpa takut dianiaya oleh pemerintah mereka atau aktor lain," kata surat bipartisan kepada Menteri Pompeo. 

"Sebagai pemimpin dunia bebas, sangat penting bagi Amerika Serikat untuk mencontohkan dan mempromosikan hak asasi manusia yang penting ini dan nilai-nilai kita ke seluruh dunia sebagai bagian fundamental dari tujuan kebijakan luar negeri kita," lanjut surat itu sebagaimana dikutip Milli Gazatte, Selasa (16/9). 

Untuk mencapai tujuan tersebut, kata para senator, "Pertama-tama kita harus secara terbuka menyoroti pelecehan, penganiayaan, dan diskriminasi yang dialami oleh orang dan kelompok agama di seluruh dunia." 

Senator yang menandatangani surat tersebut adalah James Lankford (Republik-Oklahoma), Chris Coons (Demokrat-Delaware), Chuck Grassley (R-Iowa), Marco Rubio (R-Florida), Lindsey Graham (R-South Carolina), Thom Tillis (R-North Carolina), Tim Scott (R-South Carolina), Joni Ernst (R-Iowa), Jacky Rosen (D-Nevada), Kevin Cramer (R-North Dakota), Roger Wicker (R-Mississippi), Steve Daines (R-Montana), Chris Van Hollen (D-Maryland), dan Joe Manchin (D-West Virginia). 

Koalisi untuk Menghentikan Genosida di India (CSGI), menyambut baik keputusan 14 senator itu melayangkan surat desakan. Sebab, CSGI sendiri sudah lama mendesak pemerintah untuk memasukkan India ke dalam daftar CPC lantaran tingginya kasus penganiayaan terhadap penganut agama minoritas di sana. 

"Pemerintah Modi harus menjauh dari agenda radikalnya dan mengamankan hak dan kebebasan semua agama minoritas di India seperti yang dijamin dalam konstitusinya," kata Matias Perttula, Direktur Advokasi, International Christian Concern. 

Presiden Nasional Indian American Muslim Council, Ahsan Khan, juga mengapresiasi dukungan dari para senator. "Surat Senator kepada Sekretaris Pompeo menunjukkan bahwa ada dukungan Kongres bipartisan yang kuat untuk meminta pertanggungjawaban India atas kekerasan yang meningkat terhadap minoritas, utamanya Muslim dan Kristen. Pemerintah AS harus menetapkan India sebagai CPC," katanya.

Sumber: https://www.milligazette.com/news/8-international/14-us-senators-want-india-listed-worst-offenders-religious-freedom/  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA