Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Menteri ESDM: Gasifikasi Batubara Bisa Tekan Impor Elpiji

Rabu 16 Sep 2020 20:59 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

 Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mengatakan saat ini pemerintah memfokuskan proyek gasifikasi batubara untuk segera selesai.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mengatakan saat ini pemerintah memfokuskan proyek gasifikasi batubara untuk segera selesai.

Foto: Antara/Didik Suhartono
Dengan proyek Dymethil Eter (DME) ini bisa menekan impor elpiji sampai 20 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mengatakan saat ini pemerintah memfokuskan proyek gasifikasi batubara untuk segera selesai. Hal ini kata dia bisa menjadi solusi dari ketergantungan negara dari impor elpiji.

Arifin menilai dengan bisa menekan angka impor elpiji maka ketahanan energi bangsa bisa lebih baik. Ia juga menjelaskan setidaknya dengan proyek Dymethil Eter (DME) ini bisa menekan impor elpiji sampai 20 persen.

"Diharapkan ke depan, ini (gasifikasi batubara) masif dilakukan sehingga mengurangi ketergantungan kita terhadap impor elpiji. Ini merupakan cerminan ketahanan energi nasional yang berlandaskan pada bahan baku lokal," ujar Arifin, Rabu (16/9).

Pemilihan DME untuk substitusi sumber energi bagi Pemerintah mempertimbangkan pada dampak lingkungan. DME dinilai mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon dan meminimalisir gas rumah kaca hingga 20 persen.

Di samping itu, kualitas nyala api yang dihasilkan DME lebih biru dan stabil, tidak menghasilkan partikulat matter (pm) dan NOx, serta tidak mengandung sulfur. DME merupakan senyawa eter paling sederhana mengandung oksigen dengan rumus kimia CH3OCH3 yang berwujud gas sehingga proses pembakarannya berlangsung lebih cepat dibandingkan elpiji.

Kementerian ESDM melalui Balitbang ESDM juga telah menyelesaikan uji terap pemakaian DME 100 persen telah dilakukan di wilayah Kota Palembang dan Muara Enim pada bulan Desember 2019-Januari 2020 kepada 155 kepala keluarga dan secara umum dapat diterima oleh masyarakat. Selain itu, uji terap DME 20 persen, 50 persen, dan 100 persen dilakukan di Jakarta (Kecamatan Marunda) kepada 100 kepala keluarga pada tahun 2017.

Hasil uji uji terap menunjukkan mudah dalam menyalakan kompor, stabilitas nyala api normal, mudah dalam pengendalian nyala api, warna nyala api biru dan waktu memasak lebih lama dibandingkan elpiji. Secara teknis, pemanfaatan DME 100 persen layak untuk mensubstitusi elpiji untuk rumah tangga dengan menggunakan kompor khusus DME. Waktu memasak lebih lama 1,1 s.d. 1,2 kali dibandingkan dengan menggunakan elpiji.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA