Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

720 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Melawi

Rabu 16 Sep 2020 20:42 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Suasana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tutup karena terendam banjir (ilustrasi)

Suasana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tutup karena terendam banjir (ilustrasi)

Foto: JESSICA HELENA WUYSANG/ANTARA
Sebanyak 10 kecamatan tersebar titik-titik pengungsian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bencana banjir yang terjadi sejak Ahad (13/9) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar) mengakibatkan 720 jiwa mengungsi di 10 titik pengungsian. Bencana itu juga mengakibatkan 22.072 kepala keluarga (KK) atau 88.288 jiwa terdampak serta 20.460 rumah serta 196 unit fasilitas umum terendam air.

Baca Juga

"Sebanyak 10 kecamatan tersebut ialah Kecamatan Pinoh Selatan, Kecamatan Sayan, Kecamatan Sokan, Kecamatan Nanga Pingo, Kecamatan Pinoh Utara, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kecamatan Tanah Pinoh, Kecamatan Menukung, Kecamatan Ella Hilir dan Kecamatan Belimbing Hulu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (16/9).

Ia mengeklaim Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Melawi telah berkoordinasi TNI/Polri dan aparat desa setempat untuk melakukan assesment. Selain itu, ia mengklaim bantuan logistik mulai didistribusikan oleh PMI Kabupaten Melawi sebanyak 190 paket bahan makanan di kecamatan Pinoh Utara. 

BPBD Provinsi Kalimantan Barat mendistribusikan 50 paket logistik ke kecamatan Sayan. Sementara itu, ia mengutip prakiraan cuaca Dasarian II dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan denganintensitas menengah hingga tinggi masih akan terjadi di Kabupaten Melawi. Menyikapi potensi yang masih tinggi, dia melanjutkan, BNPB mengimbau masyarakat agar waspada potensi hujan yang disertai petir/kilat dan siap siaga mengantisipasi dampak fenomena alam lainnya, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. 

"Selain itu BNPB meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA