Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

Arkeolog Identifikasi Bangkai Kapal yang Membawa Suku Maya

Rabu 16 Sep 2020 16:56 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Makam ratu suku maya

Makam ratu suku maya

Kapal membawa orang-orang Suku Maya menjdi korban perbudakan pada era 1850-an.

REPUBLIKA.CO.ID, MEKSIKO CITY — Para arkeolog di Meksiko melaporkan telah mengidentifikasi bangkai kapal yang diduga pernah membawa orang dari suku Maya dan menjadi korban perbudakan pada era 1850-an. Ini adalah pertama kalinya kapal jenis tersebut ditemukan.

Bangkai kapal uap roda dayung yang berbasis di Kuba ditemukan pada 2017. Bangkai itu tidak teridentifikasi, hingga para peneliti dari National Institute of Anthropology and History memeriksa dokumen-dokumen kontemporer.

Baca Juga

Dari sana, ditemukan bukti bahwa itu adalah kapal La Unión. Kapal telah digunakan untuk mengangkut orang-orang Maya yang ditangkap selama pemberontakan pada 1847 hingga 1901, yang dikenal sebagai era Perang Kasta.

Perbudakan adalah hal yang ilegal di Meksiko. Namun, operator kapal serupa dilaporkan membeli kombatan untuk menipu suku Maya yang tidak memiliki tanah karena konflik untuk mendaftar sebagai pekerja kontrak di Kuba, di mana mereka pada akhirnya diperlakukan seperti budak.

La Unión sedang dalam perjalanan ke Havana pada bulan September 1861 ketika bagian boiler atau ketel uap kapal meledak. Kapal akhirnya tenggelam di pelabuhan Sisal di Yucatan.

Arkeolog dari Institut Helena Barba Meinecke mengatakan bahwa penduduk Sisal telah diwariskan dari generasi ke generasi ke kapal budak. Salah satu dari mereka memimpin para peneliti ke sana.

"Kakek-nenek dan buyut dari penduduk Sisal memberi tahu mereka tentang kapal uap yang membawa pergi Maya selama Perang Kasta," ujar Meinecke, dilansir ABC News, Rabu (16/9).

Meinecke mengatakan salah satu warga Sisal yang melihat bagaimana mereka membawa Maya pergi sebagai budak, memberi tahu putranya dan kemudian dia memberi tahu cucunya. Orang itulah yang membawa para peneliti ke area umum bangkai kapal.

Identifikasi kapal didasarkan pada sisa-sisa fisik kendaraan roda samping dengan lambung kayu. Kayunya menunjukkan tanda-tanda kebakaran dan boilernya telah meledak. Lokasi bangkai La Unión juga bertepatan dengan laporan kontemporer tentang kecelakaan itu, yang menewaskan setengah dari 80 awak kapal dan 60 penumpang di dalamnya.

Tim juga menemukan peralatan makan perak dengan lambang perusahaan yang mengoperasikan kapal tersebut. Pada Oktober 1860, sebuah kapal telah ditangkap di Campechea dengan membawa 29 warga suku Maya, termasuk anak-anak berusia 7 tahun. Pihak berwenang mencegah kapal itu pergi, tetapi jelas hal itu tidak mencegah perdagangan terus berlanjut.

Suku Maya sering diangkut dengan kapal yang membawa serat sisal dan membayar penumpang ke Kuba. Sisal dan henequen adalah serat yang digunakan untuk membuat tali, dan biasanya dipanen oleh suku Maya yang bekerja dalam kondisi seperti budak di perkebunan besar di Yucatan.

Tidak jelas apakah ada warga suku Maya di atas kapal dalam pelayaran terakhir kapal itu. Catatannya tidak jelas karena suku Maya mungkin terdaftar sebagai kargo, bukan sebagai penumpang, atau kapal tersebut mungkin berusaha menyembunyikan keberadaan mereka.

Meinecke mencatat bahwa orang-orang Maya yang memberontak sering ditangkap dan dikirim ke Kuba, di mana banyak yang tidak pernah kembali. Setiap budak dijual kepada perantara seharga 25 peso dan mereka menjualnya kembali di Ibu Kota Havana seharga 160 peso untuk pria dan 120 peso untuk perempuan.

Tahap penelitian selanjutnya akan melibatkan upaya menemukan keturunan mereka. Peneliti berencana melakukan perjalanan ke Havana, di mana terdapat lingkungan yang disebut Campeche.

“Orang-orang ini, atau beberapa dari mereka, bisa jadi adalah keturunan Maya yang diambil dengan kekerasan atau penipuan. Penelitian harus dilakukan agar orang-orang (Maya) ini dapat mengetahui di mana kakek nenek atau buyut mereka berada,” jelas Meinecke.

Suku Maya melancarkan salah satu pemberontakan terakhir di wilayah Semenanjung Yucatan yang lebih rendah pada 1847. Mereka berperang melawan dominasi orang kulit putih dan ras campuran Meksiko yang melakukan eksploitasi.

Pemerintah Meksiko memerangi pemberontakan berdarah dengan penindasan brutal, tetapi tidak dapat menghapus perlawanan terakhir sampai 1901. Kapal itu ditemukan sekitar 2 mil (3,7 kilometer) dari pelabuhan Sisal di sekitar 22 kaki (7 meter) air, setelah seorang nelayan setempat memimpin para arkeolog ke bangkai kapal tersebut.

Beberapa bangkai kapal budak Afrika telah ditemukan di perairan Amerika Serikat (AS) dan wilayah lainnya di sekitar benua. Namun, sebelumnya tidak ada kapal budak Maya yang diidentifikasi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA