Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Infeksi Paru Buat Gagal Nafas, Faktor Wafatnya Sekda DKI

Rabu 16 Sep 2020 14:54 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Friska Yolandha

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Sekda Saefullah dimakamkan dengan protokol lesehatan di pemakaman keluarga di Rorotan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemprov DKI Jakarta berduka. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah tutup usia pada Rabu (16/9) pukul 12.55 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS atau gagal nafas bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.

Baca Juga

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengonfirmasi penyebab meninggalnya Saefullah. "Siang ini, Bapak Sekda kita, Bapak Saefullah, telah berpulang," kata Widyastuti, Rabu.

Ia menjelaskan almarhum Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS, yaitu kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi Covid-19. Sehingga hal itu menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki.

"Hal ini karena tidak bisa terjadi pertukaran oksigen yang memadai. Mari kita semua doakan agar Bapak Saefullah dilapangkan di sisi-Nya," terang Widyastuti.

Sebelumnya, Saefullah menjalani perawatan di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan, sejak 8 September 2020 hingga akhirnya dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto pada Ahad (13/9) dini hari. Rencananya jenazah Saefullah akan dimakamkan dengan protokol Covid-19 di tanah pemakaman keluarga di Rorotan, Jakarta Utara.

Saefullah telah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta sejak 17 Juli 2014. Sebelumnya, Saefullah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat pada 2008 - 2014.

Pesan Keluarga, tak perlu mengirim karangan bunga. Uang yang ada disedekahkan dengan niat ke Sekda DKI.

Selain akan dimakamkan dengan protokol kesehatan, pihak keluarga menitipkan pesan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pesan dari istri almarhum, Rusmiati Saefullah, adalah agar tidak perlu mengirim karangan bunga ke rumah duka.

"Pihak keluarga berpesan lebih baik agar uang yang sedianya digunakan untuk karangan bunga disedekahkan dan diniatkan atas nama alamarhum Pak Sekda," pesan sang istri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA