Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Keselamatan Para Ulama Kita Terancam

Rabu 16 Sep 2020 14:25 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Syeh Ali Jaber (ilustrasi)

Syeh Ali Jaber (ilustrasi)

Foto: republika
Mari jaga ulama pascapenusukan kepada Syekh Ali Jaber.

REPUBLIKA.CO.ID, Mengejutkan, ulama Syekh Moh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang, Pusat, Bandarlampung, Ahad (13/9) sore. Syekh Ali Jaber mengalami luka pada bagian atas tangan kanannya.

Peristiwa ini bermula saat dia baru saja meminta seorang anak untuk maju ke atas panggung. Sungguh menyedihkan, kejadian penusukan kepada ulama bukanlah kali pertama terjadi. Saat ini keselamatan para ulama kita terancam.

Pelakunya diduga memiliki gangguan kejiwaan. Entah, atas dasar apa dirinya melakukan hal demikian. Mengingat, ulama adalah orang yang begitu dimuliakan. Untuk itu, mari senantiasa jaga para ulama kita karena mereka adalah pewaris para nabi.

Mereka menjadi tumpuan umat untuk menyelesaikan masalah kehidupan dari pandangan Islam. Di tangan mereka, dakwah Nabi dapat tersampaikan. Sungguh, kami berlindung kepada Allah SWT untuk keselamatan para ulama.

PENGIRIM: Ismawati, Banyuasin, Sumatra Selatan

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA