Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Gandeng Dinas Sukabumi, Kemenkop Gelar Pelatihan Bagi UMKM

Rabu 16 Sep 2020 13:41 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi

Perajin menyelesaikan perabot berbahan rotan di Pasar Minggu, Jakarta, akhir pekan lalu. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menilai, UMKM yang mampu bertahan adalah UMKM yang mampu terhubung ke ekosistem digital.

Perajin menyelesaikan perabot berbahan rotan di Pasar Minggu, Jakarta, akhir pekan lalu. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menilai, UMKM yang mampu bertahan adalah UMKM yang mampu terhubung ke ekosistem digital.

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
UMKM yang bertahan adalah yang dapat mengakses ekosistem digital.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) bersama Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan Serikat Perempuan Basis Tatar Sunda menggelar pelatihan kewirausahaan sebanyak dua angkatan. Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan tersebut. 

Baca Juga

Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kemenkop UKM Nasrun mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menyemangati kembali para pelaku usaha yang bisnisnya anjlok terdampak Covid-19. Ia menjelaskan, bagi UMKM naik kelas, Kemenkop bersama Kementerian BUMN dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) meluncurkan Pasar Digital (PaDi), Belanja Pengadaan, dan Laman UMKM.

Tujuannya mendorong transaksi belanja pemerintah maupun BUMN khususnya ke UMKM. "Ini bukti nyata dari pemerintah ke para UMKM agar dapat memperluas pasar sekaligus belajar untuk bisa lebih profesional atau naik kelas dari segi kualitas dan pengelola usaha," ujar Nasrun melalui siaran pers.

Nasrun menyampaikan, UMKM yang bertahan yakni UMKM yang mampu beradaptasi terhadap perubahan sekaligus terhubung dengan ekosistem digital. UMKM dituntut dapat memanfaatkan teknologi dan internet untuk memudahkan pemasaran, akses pembiayaan, dan pencatatan laporan keuangan juga sudah berbasis aplikasi. 

"Sebelum ditemukan vaksin dan obat Covid-19 selama itu berlaku pshycal distancing. Dengan begitu, UMKM mau tidak mau suka tidak suka harus memanfaatkan marketplace ataupun media sosial untuk memasarkan produknya," kata Nasrun.

Nasrun berharap pada semester II nanti UMKM dapat mulai pulih sehingga pelatihan ini dapat memperkuat UMKM dari segi managemen, strategi bisnis, dan semoga bisa ekspor. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA