Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Pandemi Beri Tantangan Bagi Jasa Konstruksi

Rabu 16 Sep 2020 13:08 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi

Pekerja meyelesaikan proyek konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (ilustrasi). Pandemi Covid-19 disebut memberi tantangan tersendiri bagi pelaku industri jasa konstruksi.

Pekerja meyelesaikan proyek konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (ilustrasi). Pandemi Covid-19 disebut memberi tantangan tersendiri bagi pelaku industri jasa konstruksi.

Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Kendati menghadapi pandemi, pembangunan infrasturkur tetap berjalan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ketua Umum Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia Lazardi Nurdin mengatakan, pandemi Covid-19 memang memberikan tantangan bagi pekerjaan konstruksi. Padahal, Pemerintahan Joko Widodo memiliki anggaran fantastis hingga Rp 400 triliun untuk deretan proyek infrastruktur pada 2020.

Baca Juga

Lazardi menyampaikan, pekerjaan konstruksi harus tetap berjalan. Oleh karenanya, jasa konstruksi harus mengikuti ketentuan yang ada dalam Peraturan Menteri PUPR terkait protokol dalam pengerjaan. 

Yakni membentuk satgas pencegahan Covid-19, menyediakan fasilitas pencegahan, melakukan edukasi, ukur suhu tubuh pekerja setiap pagi, siang, dan sore, tindakan isolasi, dan penyemprotan disinfetkan.

Lazardi mengatakan proses pengerjaan konstruksi juga dapat disetop sementara apabila terdapat pekerja yang positif terjangkit Covid-19. "Perusahaan harus bekerja sama dengan RS dan puskemas terdekat dalam penanganan Covid-19," kata Lazardi dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable: Infrastructure Perspective di Jakarta, kemarin.

Direktur Operasi PT Dahana (Persero) Bambang Agung tak menampik adanya perlambatan pergerakan proyek pembangunan sejak pandemi. Bambang menyebut perlambatan proyek didasari ketidakpastian pembiyaan proyek, terbatasnya mobilisasi personel, hingga distribusi material akibat PSBB.

Kendati begitu, lanjut Bambang, perusahaan tetap menjalankan sebagian proyek dalam menjaga kelangsungan bisnis. "Sebagian besar proyek kontruksi tetap berjalan karena kebutuhan menjaga arus kas dan menjaga komitmen kepada klien," ucap Bambang. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA