Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Jasad Beruang Gua yang Punah di Zaman Es Ditemukan Utuh

Rabu 16 Sep 2020 10:43 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Beruang gua purba.

Beruang gua purba.

Foto: NEFU
Beruang gua punah sekitar 15 ribu tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seekor beruang gua dari zaman es ditemukan oleh penggembala rusa kutub yang bekerja di  Bolshoy Lyakhovsky Island di Arktik Rusia. Ini menjadi penemuan sangat penting. Menurut ilmuwan jasad dari hewan purbakala itu berada dalam kondisi sangat terawat.

Saat mempelajari tentang beruang gua yang sudah punah, sejumlah ahli paleontologi seringkali berurusan dengan tulang yang tersebar dan tengkorak aneh. Itulah mengapa penemuan baru ini sangat penting.

Baca Juga

Tubuh beruang gua dewasa tersebut berada dalam kondisi yang dapat dikatakan seperti sepenuhnya diawetkan. Semua organ dalam terletak pada tempatnya.

Jasad beruang tersebut menjadi satu-satunya beruang gua dewasa utuh yang ditemukan di Bolshoy Lyakhovsky Island, bagian dari kepulauan New Siberian. Beruang gua atau nama ilmiahnya adalah Ursus spelaeus punah sebelum akhir zaman es terakhir, sekitar 15.000 tahun, dengan perkiraan maksimal 27.800 tahun lalu.

Beruang gua dan beruang modern menyimpang dari satu nenek moyang sekitar 1,2 juta hingga 1,4 juta tahun lalu. Hewan ini memiliki tubuh cukup besar, tengan berat mencapai 1.540 pon (700 kg) dan kemungkinan omnivora. Perkiraan awal usia beruang gua yang ditemukan saat ini adalah antara 22.000 dan 39.500 tahun.

Usia tersebut diharapkan dapat diketahui lebih lanjut dengan analisis radiokarbon, seperti yang dijelaskan oleh peneliti senior Maxim Cheprasov dari laboratorium Museum Mammoth di Yakutsk dalam siaran pers Lena Grigorieva di Universitas Federal Timur Laut (NEFU).

Sisa jasadnya akan dipelajari oleh para peneliti di Yakutsk, bersama dengan kolega Rusia dan kolaborator Internasional yang akan diundang untuk bergabung dalam penelitian tersebut.

Kemungkinan penelitian lebih lanjut dilakukan, yaitu analisis isotop gigi. Analisis gigi dapat menunjukkan pola makan dan jangkauan geografis. Analisis DNA dapat menawarkan wawasan baru ke dalam sejarah evolusioner dan sıfat-sifat genetik yang unik, serta annalists isi perut beruang gua ini juga menjelaskan tentang diet.

Ini akan baik untuk diketahui, sebagai contoh apa binatang ini adalah herbivora obligat atau omnivora oportunistik seperti beruang coklat modern yang diserupainya.

Dalam penemuan terpisah namun terkait, seekor anak beruang gua yang terawat baik ditemukan di daratan Yakutia.

Penemuan dari Arktik Rusia kali ini tampaknya meningkat frekuensi penemuan sejenis ketika lapisan es mencair di Siberia. Baru-baru ini, anak singa zaman es ditemukan di Yakutsk, dan analisis DNA mengungkapkan lebih banyak tentang pohon keluarga makhluk yang punah ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA