Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Ratusan Pegawai Pemkot Tangsel Lakukan Rapid Test

Rabu 16 Sep 2020 00:09 WIB

Rep: Abdurrahman Rabbani/ Red: Andi Nur Aminah

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Tiga pegawai di antaranya dinyatakan reaktif dan langsung melakukan tes swab.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Pemerintah Kota Tangerang Selatan melaksanakan tes cepat atau rapid test bagi ratusan pegawai di lingkungan Pemkot Tangsel, Selasa (15/9). Hasilnya tiga pegawai pemkot dinyatakan reaktif dan langsung melakukan tes swab.

Salah satu pegawai yang ditemui Republika.co.id, berinisial EO. EO yang merupakan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan membenarkan bahwa hasil tes rapid dirinya dinyatakan reaktif.

Ia pun tak kaget sebab melihat aktivitas dalam dua bulan belakang ini keliling melakukan pendataan para tenaga pendidik se-Kota Tangsel. Terakhir melakukan pendataan tenaga pendidik di wilayah Ciputat Timur pada 10 September lalu.

Baca Juga

"Wajar kalau dinyatakan reaktif, dua bulan terakhir saya keliling Tangsel melakukan pendataan dari mulai peserta didik sampai ke gurunya," katanya, Selasa (15/9).

Meski dinyatakan reaktif, ia tak merasakan gejala layaknya terkonfirmasi virus Covid-19. Selanjutnya, EO pun harus melakukan tes swab dan ia berharap hasilnya negatif virus Covid-19. Ia tidak terlalu khawatir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup sehat.

"Kita kembalikan ke Tuhan lah yang Maha Berkehendak. Tetapi dengan dipastikan kayak gini kan kita tahu, untuk waspada terutama di kehidupan keluarga," jelasnya.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie membenarkan jika pegawai Pemkot ada tiga orang yang reaktif Covid-19. Menurutnya, tiga orang tersebut dipisahkan dan langsung dilakukan tes swab. Sedangkan hasilnya, masih menunggu untuk beberapa hari. "Hasil sementara ini ada tiga orang yang reaktif, dilanjutkan dengan test swab,” ujarnya.

Sementara saat pelaksanaan rapid test massal tersebut, sejumlah pegawai melanggar protokol kesehatan. Mereka bahkan mengantri berdesakan dan mengabaikan jaga jarak di luar ruangan tes. Di sekitar antrian pun, tidak dipasang rambu-rambu jaga jarak antar pegawai yang antre.  "Iya itu tuh, padahal sudah dibilangin jaga jarak, jangan berdesakan, masih saja," katanya.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA